TandaGlobalNews | GRESIK, Minggu (3/5/2026) – Kabupaten Gresik kembali menjadi sorotan publik dan ramai dibahas oleh warganet usai beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan sepasang kekasih diduga melakukan aksi yang tidak pantas dan melanggar norma kesusilaan di ruang publik. Video tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Peristiwa yang menuai kecaman ini disebutkan terjadi di kawasan Taman Bundaran Gresik Kota Baru (GKB), yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Tempat ini merupakan salah satu ruang terbuka umum yang kerap dijadikan tempat berkumpul, beristirahat, dan berolahraga oleh warga dari berbagai kalangan usia, baik pada siang maupun malam hari.
Berdasarkan isi rekaman yang beredar, kejadian tersebut berlangsung pada malam hari. Dalam cuplikan video tersebut, terlihat sepasang pria dan wanita sedang duduk berdampingan di salah satu bangku taman. Tanpa memedulikan keberadaan orang-orang di sekitarnya, keduanya terlihat sangat mesra bahkan melakukan aksi berciuman secara terbuka.
Hal yang membuat peristiwa ini semakin disayangkan adalah kondisi lokasi saat itu. Meskipun berlangsung di malam hari, kawasan taman tersebut diketahui masih cukup ramai dikunjungi oleh warga, termasuk keluarga yang membawa anak-anak mereka untuk berjalan-jalan atau bermain. Pasangan tersebut seolah tidak menyadari atau tidak peduli bahwa tindakan yang mereka lakukan dapat dilihat oleh siapa saja, termasuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan contoh perilaku yang baik.
Video yang merekam kejadian ini pertama kali menjadi perbincangan luas setelah diunggah ke dalam grup komunitas warga di Facebook bernama Gresik Sumpek. Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung mendapatkan perhatian besar, dibagikan berulang kali, dan menimbulkan berbagai reaksi dari netizen.
Salah satu komentar yang paling menonjol dan menjadi bahan pembicaraan serta sindiran di kalangan warga adalah tulisan dari seorang pengguna akun yang menulis, “Gresik las vegas ta iki???”. Kalimat tersebut secara tegas menyindir perilaku yang dianggap terlalu bebas dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di daerah tersebut, seolah membandingkan suasana yang terjadi dengan kota yang dikenal dengan gaya hidup bebas di luar negeri.
Kolom komentar pada unggahan tersebut pun segera dipenuhi dengan tanggapan dari berbagai pihak. Sebagian besar warga menyatakan kekecewaan dan kekesalan mereka atas kejadian tersebut. Banyak yang menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat tidak pantas, apalagi mengingat citra yang sudah melekat pada Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri, yang dikenal dengan ketaatan warganya terhadap nilai-nilai agama dan norma kesusilaan.
“Memalukan sekali, padahal Gresik itu dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai agama dan kesopanan. Jangan sampai kelakuan segelintir orang merusak nama baik daerah kita,” tulis salah seorang warga dalam kolom komentar.
Warga lainnya juga menegaskan pentingnya kesadaran akan tempat dan waktu dalam berperilaku. “Boleh saja mengekspresikan kasih sayang, tapi ingat batasan dan tempatnya. Ini tempat umum yang banyak dikunjungi keluarga dan anak-anak, seharusnya bisa menahan diri dan menjaga sopan santun,” tambah netizen lain.
Hingga berita ini disusun, pihak berwenang maupun warga sekitar belum dapat memastikan identitas lengkap pasangan yang ada dalam rekaman video tersebut. Begitu pula dengan waktu pasti terjadinya peristiwa, yang hingga kini masih belum diketahui secara jelas.
Meski demikian, viralnya peristiwa ini kembali memicu perdebatan di kalangan masyarakat mengenai pentingnya menjaga etika, norma, dan kesusilaan saat berada di ruang publik. Banyak yang berpendapat bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab untuk berperilaku dengan baik dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan atau memberikan pengaruh buruk bagi orang lain, terutama anak-anak.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa setiap tindakan yang dilakukan di tempat umum berisiko untuk terekam dan disebarluaskan dengan cepat melalui media sosial, yang tentunya dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Sumber: Gresik News
#tandaglobalnews #gkb #gresik #tamangkb #mesum #socialmediapost #KotaWali #KotaSantri #ViralGresik #BeritaDaerah #NormaKesusilaan #EtikaBerperilaku

Posting Komentar