Tandaglobalnews JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald
Trump melakukan pembicaraan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen,
membahas topik perdagangan internasional hingga isu program nuklir Iran.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan kedua pihak
sepakat sepenuhnya bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Ia
menambahkan, "Sebuah rezim yang membunuh rakyatnya sendiri tidak boleh mengendalikan
bom yang bisa mematikan jutaan orang".
Saat ini, negosiasi antara AS dan Iran masih berlangsung
melalui mediator Pakistan. Iran sedang meninjau proposal damai dari Washington
yang mencakup penghentian pengayaan uranium dan pelonggaran sanksi, namun belum
memberikan tanggapan resmi. Trump mengaku optimis kesepakatan bisa tercapai,
meski beberapa pejabat Iran menilai isi proposal masih lebih mencerminkan
keinginan AS.
Di sisi ekonomi, Trump menekankan agar Uni Eropa segera
memenuhi komitmen dalam "Kesepakatan Perdagangan Bersejarah" yang
dicapai di Turnberry, Skotlandia, tahun lalu. Ia menuntut UE memangkas tarif
impor menjadi nol sesuai perjanjian.
"Saya sudah menunggu dengan sabar. Jika tidak dipenuhi,
tarif akan dinaikkan ke level yang jauh lebih tinggi," tegasnya. Trump
memberikan batas waktu hingga peringatan 250 tahun kemerdekaan AS.
Namun, langkah ini diragukan keabsahannya menyusul putusan
Mahkamah Agung AS awal tahun ini yang membatalkan dasar hukum kebijakan tarif
sebelumnya. Pemerintah AS kini menggunakan aturan lain yang berlaku sementara
selama 150 hari, menciptakan ketidakpastian hukum.
Sumber Berita: detiknews
#Trump #VonDerLeyen #ASUniEropa
#NuklirIran #PerangDagang #KesepakatanTurnberry #Internasional #TandaGlobalNews

Posting Komentar