Tandaglobalnews TOBELO, 12 Mei 2026 – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian di kawasan Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Keputusan ini diambil setelah ketiga pendaki yang sempat dinyatakan hilang pasca peristiwa erupsi berhasil ditemukan seluruhnya, namun dalam kondisi meninggal dunia.
Ketiga korban yang ditemukan terdiri dari satu Warga Negara Indonesia (WNI) dan dua Warga Negara Asing (WNA). Korban WNI bernama Enjel, menjadi korban pertama yang berhasil ditemukan oleh tim penolong. Jasad Enjel ditemukan pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 14.30 WIB, berada di lokasi sekitar 50 meter dari bibir kawah Gunung Dukono.
Dua korban lainnya yang merupakan WNA kemudian ditemukan pada hari berikutnya, Minggu 10 Mei 2026, tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama. Berdasarkan keterangan pihak berwenang, jenazah ketiga korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut serta penyerahan kepada keluarga.
Sebelumnya, Gunung Dukono tercatat mengalami peningkatan aktivitas hingga meletus pada Jumat, 8 Mei 2026. Peristiwa itu membuat rombongan pendaki yang berada di kawasan puncak terjebak dan hilang kontak. Pihak berwenang mengingatkan bahwa sejak tanggal 17 April 2026, pendakian ke Gunung Dukono telah dilarang total dan kawasan dinyatakan tertutup, mengingat status aktivitas gunung api yang sudah berada pada tingkat waspada.
Penyebab kematian ketiga pendaki masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kejadian ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pendaki untuk selalu mematuhi peringatan keselamatan serta larangan yang ditetapkan oleh pihak berwenang di kawasan rawan bencana alam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban telah tiba di lokasi evakuasi untuk mengurus proses pemulangan jenazah.

Posting Komentar