Tandaglobalnews JAKARTA – Kamar Dagang China dikabarkan telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, perwakilan pelaku usaha asal negara Tiongkok itu menyampaikan sejumlah keluhan mendasar terkait kondisi iklim investasi yang mereka rasakan selama beroperasi di Indonesia. Berbagai kendala dinilai semakin mempersulit jalannya kegiatan usaha dan kerja sama bisnis yang telah terjalin selama ini.
Dalam isi surat yang disampaikan, pihak Kamar Dagang China secara rinci
memaparkan beragam persoalan yang kerap dihadapi para pengusaha dan investor
asal mereka di tanah air. Salah satu poin utama yang disorot adalah adanya
regulasi yang dinilai semakin ketat dan berbelit-belit, sehingga menyulitkan
proses izin maupun operasional sehari-hari. Selain itu, persoalan penegakan
hukum yang belum dipandang adil atau belum konsisten juga menjadi perhatian
serius.
Poin yang paling tegas disampaikan dalam surat tersebut adalah adanya
dugaan kuat praktik korupsi, pungutan liar, hingga tindakan pemerasan yang
dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di kalangan mitra kerja maupun lingkungan
birokrasi. Hal ini disebut sangat merugikan, memberatkan, sekaligus menciptakan
suasana usaha yang tidak sehat dan penuh ketidakpastian bagi para penanam modal
asing.
Meski berisi sederatan keluhan dan catatan kritis, pihak Kamar Dagang
China tetap menegaskan komitmen kuat mereka. Mereka menyatakan tetap berniat
untuk terus mendukung kelangsungan investasi serta turut berperan aktif dalam
penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Kerja sama ekonomi dan
hubungan kedua negara dinilai sangat penting dan strategis, sehingga keluhan
ini disampaikan bukan untuk menghentikan kerja sama, melainkan untuk
memperbaikinya.
Oleh karena itu, dalam surat yang sama, mereka juga menyampaikan
harapan besar kepada pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden
Prabowo Subianto. Para pengusaha berharap adanya langkah nyata berupa
pembenahan sistem, perbaikan tata kelola, serta penegakan aturan yang lebih
tegas dan transparan. Hal ini dianggap mutlak diperlukan agar stabilitas iklim
usaha dapat terjaga dengan baik, dan kepercayaan para investor asing, termasuk
dari China, tetap terpelihara serta semakin meningkat di masa depan.
Sumber: pojokjabar
#tandaglobalnews #BeritaNasional #InvestasiAsing
#HubunganIndonesiaChina #PrabowoSubianto #Korupsi #IklimUsaha #EkonomiIndonesia
#RegulasiBisnis

Posting Komentar