TANDAGLOBALNEWS | PATI – Gelombang protes besar melanda pusat Kabupaten Pati pada Senin (4/5/2026). Ribuan nelayan dari berbagai wilayah, khususnya Kecamatan Juwana, melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM jenis solar bagi industri perikanan yang dinilai mencekik ekonomi masyarakat pesisir.
Aksi yang dikoordinatori oleh Forum Komunikasi Nelayan Besar Kabupaten Pati ini dipicu oleh lonjakan harga solar nonsubsidi yang mencapai angka kritis antara Rp30.000 hingga Rp40.000 per liter. Kondisi ini menyebabkan biaya operasional kapal melambung tinggi, sehingga sebagian besar kapal nelayan memilih untuk bersandar dan tidak melaut selama beberapa pekan terakhir.
"Kami tidak minta subsidi yang membebani negara, kami hanya minta harga yang rasional. Dengan harga solar saat ini, melaut sama saja dengan menjemput kerugian," ujar salah satu orator di atas mobil komando.
Massa mulai bergerak sejak pukul 09.00 WIB dengan melakukan konvoi kendaraan dari arah Juwana menuju Alun-Alun Pati. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur Pantura sempat mengalami kepadatan, sementara jalan-jalan protokol menuju kantor pemerintahan ditutup total oleh petugas keamanan.
Polresta Pati mengerahkan sedikitnya 1.700 personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi. Kapolresta Pati menekankan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis guna memastikan aspirasi nelayan tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Dalam audiensi yang berlangsung alot, perwakilan nelayan menyampaikan beberapa poin tuntutan utama:
Penurunan Harga Solar: Mendesak pemerintah untuk menetapkan harga khusus solar perikanan di kisaran Rp10.000 – Rp13.500 per liter.
Revisi Peraturan: Meminta peninjauan kembali terhadap regulasi yang dianggap menghambat produktivitas nelayan lokal.
Intervensi Pemerintah Pusat: Menuntut Pemerintah Kabupaten Pati untuk segera meneruskan aspirasi ini ke tingkat kementerian di Jakarta.
Aksi ini berakhir setelah perwakilan massa ditemui oleh Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, dan jajaran eksekutif Pemkab Pati. Dalam pernyataannya, Ali Badrudin menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan para nelayan.
"Kami memahami kesulitan konstituen kami. Hari ini kami bersama perwakilan nelayan menandatangani kesepakatan untuk bersama-sama mengawal tuntutan ini langsung ke Jakarta. DPRD akan mendampingi hingga ada solusi konkret dari pemerintah pusat," tegas Ali Badrudin di hadapan massa.
Massa mulai membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 15.30 WIB setelah kesepakatan bersama ditandatangani. Meski situasi telah kembali kondusif, para nelayan menegaskan bahwa mereka akan tetap memantau perkembangan janji pemerintah daerah dalam kurun waktu satu minggu ke depan. Jika tidak ada perubahan signifikan, mereka mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar di tingkat nasional.
Editor: Tim Redaksi Tanda Global NewsFoto: Dokumentasi Aksi Demo Nelayan Pati 4 Mei 2026

Posting Komentar