Realisasi Perumahan Rakyat Dorong Kemajuan Daerah, Mendagri: PAD Akan Meningkat Lewat Sektor Properti

 


Tandaglobalnews | Balikpapan – Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembangunan dan realisasi program perumahan rakyat bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan tempat tinggal semata. Menurutnya, keberhasilan program ini secara tidak langsung akan menjadi penggerak utama kemajuan di daerah, karena dampak ekonomi yang ditimbulkan berpotensi besar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat berdialog dengan para pengembang di Gedung Ahmad Yani Raider 600, Kelurahan Manggar Baru, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (5/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat memiliki perhatian serius terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang salah satunya diwujudkan melalui kebijakan di sektor perumahan.

Bentuk kepedulian pemerintah pusat tersebut tercermin melalui kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) khusus bagi MBR. Kebijakan insentif ini, menurut Tito, memerlukan dukungan penuh dan kerja sama nyata dari seluruh jajaran pemerintah daerah agar dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Dari segi tugas, menyelesaikan tugas pemerintah daerah mengatasi kemiskinan, makin banyak perumahan dibangun oleh pemerintah daerah atau developer itu akan membuat kemiskinan jauh menurun," tegas Tito Karnavian dalam sambutannya.

Lebih jauh, Mendagri memaparkan manfaat berlipat ganda yang akan diterima daerah jika ekosistem pembangunan perumahan berjalan lancar dan masif. Salah satunya adalah pengoptimalan roda perekonomian daerah. Aktivitas pembangunan yang tinggi akan meningkatkan permintaan terhadap bahan baku konstruksi, yang pada akhirnya menggerakkan usaha-usaha lokal dan menyerap tenaga kerja di sekitar wilayah pembangunan.

Selain dampak pada sektor riil, pembangunan perumahan juga berperan besar dalam meningkatkan nilai ekonomi wilayah dan lahan di sekitarnya. Hal ini secara otomatis membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penerimaan daerah melalui sektor pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

"Jadi dari bangunannya, dari PBB, pajak bumi bangunan untuk seterusnya. Nah itu menguntungkan, PAD akan menguntungkan bagi daerah," tandas Tito, menggarisbawahi bahwa pembangunan perumahan adalah investasi jangka panjang yang menguntungkan kedua belah pihak, baik bagi masyarakat maupun kas daerah.

Kegiatan dialog strategis ini juga dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, serta para pemangku kepentingan dan pengembang perumahan di wilayah Kalimantan Timur. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah guna mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Sumber: kemendagri.go.id

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama