Pulau Haruku: Konvoi Kelulusan Siswa Penuhi Jalan, Seragam Penuh Coretan Jadi Sorotan





Tandaglobalnews MALUKU TENGAH, 11 Mei 2026 – Momen bahagia kelulusan siswa sekolah menengah di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, berubah menjadi sorotan publik. Ratusan siswa menggelar pawai kelulusan dengan konvoi sepeda motor yang memadati seluruh ruas jalan utama hingga jalan pemukiman, lengkap dengan seragam putih-abu yang penuh coretan warna-warni, tulisan, dan tanda tangan sesama teman. Aksi ini terjadi sehari setelah pengumuman kelulusan, pada Senin (4/5/2026), dan terekam dalam banyak video yang kemudian viral di media sosial hingga hari ini.

 

Berdasarkan data dan rekaman yang diperoleh dari warga setempat serta akun berita lokal, iring-iringan ratusan kendaraan bergerak berkeliling pulau mulai pukul 13.00 hingga sore hari. Hampir seluruh peserta masih mengenakan seragam sekolah yang sudah tidak bersih lagi; lengan, dada, hingga punggung penuh dengan coretan cat semprot, spidol, dan tulisan pesan perpisahan. Suasana sangat ramai dan bising, banyak peserta menggeber gas kendaraan, menggunakan knalpot tidak standar, bahkan ada yang menyalakan petasan sepanjang perjalanan, membuat warga sekitar terganggu kenyamanannya.

 

Jalan-jalan utama maupun jalan kampung yang lebarnya terbatas pun penuh sesak oleh rombongan, sehingga menghentikan arus lalu lintas biasa. Warga yang hendak beraktivitas, beribadah, atau berpergian terpaksa menepi dan menunggu hingga rombongan lewat. Beberapa warga mengaku khawatir karena banyak siswa mengendarai kendaraan berkelompok, bergerak tidak beraturan, bahkan ada yang tidak mengenakan helm dan aturan keselamatan berkendara.

 

Menurut keterangan Kepala Sekolah salah satu SMA di Pulau Haruku, kegiatan ini adalah tradisi lama yang dilakukan siswa setelah pengumuman kelulusan, namun pihak sekolah tidak mengizinkan dan tidak mengawasi kegiatan di luar lingkungan sekolah. “Kami sudah berpesan agar merayakan dengan cara sopan, aman, dan tidak mengganggu orang lain, namun tradisi ini sulit dihentikan karena sudah menjadi kebiasaan turun-temurun,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

 

Kapolsek Pulau Haruku, Iptu J. Leiwakabessy, membenarkan telah menerima banyak laporan warga terkait keramaian dan gangguan ketertiban tersebut. Pihak kepolisian sempat turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas dan mengimbau agar bergerak tertib serta tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. “Kami tidak menindak tegas karena ini momen kebahagiaan, tapi kami berikan pembinaan dan himbauan agar ke depannya cara perayaan diperbaiki, tetap seru tapi aman dan tidak meresahkan masyarakat,” jelasnya.

 

Di media sosial, video-video konvoi ini menuai beragam komentar. Banyak warganet mengapresiasi semangat kebersamaan siswa, namun tak sedikit pula yang menyayangkan cara perayaannya dianggap berlebihan, mengganggu, dan berisiko kecelakaan. Banyak yang berharap ke depannya tradisi ini dialihkan ke kegiatan yang lebih positif, seperti bakti sosial, bersih desa, atau pentas seni, agar tetap berkesan namun bermanfaat dan tertib.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kecelakaan atau kerusakan yang terjadi akibat aksi konvoi tersebut, namun kasus ini menjadi pengingat bagi sekolah, orang tua, dan aparat agar lebih memperhatikan cara siswa merayakan kelulusan, supaya momen bersejarah itu tetap indah, aman, dan tidak merugikan pihak lain.

 

Sumber: Observasi Lapangan, Keterangan Kepolisian Pulau Haruku, Laporan Warga & Akun Berita Daerah Maluku

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama