Proyek Irigasi Gantung Rp97,8 Miliar di Mesuji Mangkrak dan Rusak Parah, Warga Beri Sindiran Menohok

 TANDAGLOBALNEWS | MESUJI, LAMPUNG – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan proyek infrastruktur irigasi di Kabupaten Mesuji, Lampung, mendadak viral di media sosial. Proyek irigasi gantung yang menelan anggaran fantastis senilai Rp97,8 miliar tersebut kini dalam kondisi rusak berat dan diduga tidak memberikan manfaat optimal bagi petani setempat.

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit yang diunggah ulang oleh berbagai media sosial, terlihat struktur beton irigasi yang membentang di area persawahan Desa Bandar Anom, Kecamatan Rawa Jitu Utara, dalam kondisi hancur di berbagai titik.

Seorang warga yang merekam video tersebut menggunakan nada bicara sarkastis untuk mengekspresikan kekecewaannya. Sambil menunjukkan lubang-lubang besar pada dinding beton dan besi penyangga yang keropos, ia menyebut kerusakan tersebut sebagai "lubang angin sengaja" dan "kualitas jempolan."

"Ini memang sengaja dikasih lubang angin, tuh. Besinya juga kuat, semennya juga bagus. Siapa yang bilang ini nggak bagus? Palangannya sangat kuat, sudah sesuai standar," ujar pria dalam video tersebut dengan nada menyindir.

Ia juga sempat menyelipkan uang pecahan Rp50.000 ke sela-sela beton yang retak lebar untuk menunjukkan betapa besarnya celah kerusakan pada bangunan tersebut.

Kritik utama yang disampaikan dalam video tersebut tertuju pada kualitas material dan pengerjaan. Meskipun baru berusia sekitar tiga tahun, bangunan beton tersebut sudah tampak seperti bangunan tua yang tidak terawat. Beberapa poin yang disoroti meliputi:

  • Beton yang Mudah Hancur: Lapisan semen pada dinding irigasi terlihat mengelupas dan rontok hanya dengan sentuhan tangan.

  • Sambungan yang Terlepas: Struktur antarsekat irigasi tidak lagi tersambung dengan rapat, menyebabkan air (jika dialirkan) akan bocor sebelum sampai ke sawah.

  • Besi Penyangga Berkarat: Struktur besi yang seharusnya menjadi tulang punggung kekuatan bangunan terlihat mencuat keluar dan berkarat.

Proyek irigasi ini awalnya diharapkan menjadi solusi bagi para petani padi di Kecamatan Rawa Jitu Utara untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka, terutama saat musim kemarau. Namun, dengan kondisi fisik yang hancur, proyek tersebut justru dianggap sebagai pemborosan uang negara.

"Kami sebagai masyarakat sangat berterima kasih. Luar biasa sekali proyek ini," tutup sang perekam video, masih dengan nada sindiran tajam yang ditujukan kepada para insinyur, pengawas, dan pelaksana proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak berwenang, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, untuk melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran proyek irigasi gantung di Mesuji ini guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tindak pidana korupsi dalam pembangunannya.

Sumber : Bagol Andi Prabowo

Editor : TandaGlobalnews

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama