Tandaglobalnews PALANGKA RAYA – Krisis ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin memuncak dan mengkhawatirkan. Memasuki hari Jumat (8/5/2026), kondisi kelangkaan yang sudah berlangsung hampir sepekan ini justru makin parah, dengan antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memanjang hingga berkilometer dan meluber ke jalan raya, sehingga menjadi penyebab utama kemacetan parah di berbagai titik strategis ibu kota provinsi ini.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan pemandangan yang jarang
terjadi. Ratusan kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil penumpang,
berjejer rapat mengular masuk ke badan jalan utama. Kepadatan ini tidak hanya
membuat akses masuk SPBU tersendat, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas
normal yang lewat di ruas-ruas tersebut. Warga terpaksa menghabiskan waktu
berjam-jam hanya untuk mendapatkan jatah pengisian bahan bakar yang jumlahnya
pun terbatas.
Kemacetan parah tercatat di hampir seluruh SPBU besar di kota ini, di
antaranya:
- Jalan Tjilik Riwut Km 2,5: Antrean kendaraan memanjang dari simpang
Jalan Garuda hingga masuk ke area pom bensin, memakan hampir separuh lebar
jalan.
- Jalan S Parman: Kendaraan yang mengantre menguasai seperempat badan
jalan, menghambat laju kendaraan yang bergerak normal hingga berjarak ratusan
meter.
- Jalan Imam Bonjol: Barisan kendaraan mengular mulai dari pertigaan
lampu merah di seberang Markas Kodam XXI Tambun Bungai, menyulitkan lalu lintas
persimpangan utama kota.
- Jalan Adonis Samad & Jalan G Obos: Ini yang terparah, antrean
tercatat mencapai lebih dari 1 km, bahkan memanjang hingga meluber ke depan
area Hotel Luwansa, mengganggu akses masuk dan keluar kawasan tersebut.
Kondisi ini membuat pergerakan warga kota menjadi sangat terganggu.
Pengendara yang tidak sedang mengantre pun harus berputar arah atau terjebak
kemacetan panjang akibat ruas jalan yang menyempit karena kendaraan yang
mengantre.
Warga Keluhkan Waktu Terbuang Berjam-jam
Warga pun mengaku frustrasi dan kecewa berat. Mulyadi (42), warga yang
sedang mengantre di SPBU Jalan Imam Bonjol, mengaku sudah menghabiskan waktu
lebih dari dua jam hanya untuk mengisi tangki sepeda motornya.
“Sudah antre selama dua jam lebih, baru dapat sekarang. Saya tunggu
dari jam 06.30 pagi baru selesai jam 08.45-an. Rasanya kemarin tidak separah
ini, ini makin panjang dan makin lama antrenya. Rugi waktu, rugi bensin, tapi
harus sabar karena butuh,” keluh Mulyadi dengan nada kesal.
Keresahan serupa diungkapkan oleh Hendri (56), warga sekitar Jalan
Adonis Samad. Ia mengaku sudah berkeliling ke beberapa SPBU sejak pagi namun
hampir semuanya memiliki antrean yang sama panjangnya.
“Makin parah kondisinya, bukannya makin baik. Saya bingung, kebijakan
pemerintah ini seperti apa? Apakah tidak ada evaluasi sebelumnya sampai kondisi
jadi begini? Kami warga kecil yang paling merasakan dampaknya, sulit
beraktivitas, sulit cari nafkah,” ungkapnya dengan nada frustrasi.
Belum Ada Penjelasan Resmi, Warga Desak Solusi Cepat
Kondisi ini berlangsung sudah hampir satu pekan, namun hingga kini
belum ada penjelasan resmi maupun langkah konkret yang disampaikan oleh pihak
berwenang maupun manajemen Pertamina terkait penyebab pasti tersendatnya
pasokan BBM ke wilayah Kalimantan Tengah.
Padahal, antrean yang memakan badan jalan umum ini tidak hanya
mengganggu mobilitas, tetapi dinilai sangat berisiko menimbulkan kecelakaan
lalu lintas maupun kemacetan berantai yang melumpuhkan roda ekonomi kota.
Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah bersama Pertamina segera
mencari solusi. Warga berharap ada penambahan pasokan mendadak, pengaturan
antrean yang lebih baik, atau kebijakan yang memastikan ketersediaan BBM
kembali normal agar ketidaknyamanan ini segera berakhir.
Sampai berita ini diturunkan, antrean kendaraan masih terlihat mengular
panjang di berbagai titik, dan arus lalu lintas di Palangka Raya masih berjalan
tersendat-sendat akibat fenomena kelangkaan BBM ini.
Sumber: kompas.com
#tandaglobalnews #PalangkaRaya #KalimantanTengah #BBMLangka #Pertalite
#Pertamax #SPBU #Kemacetan #KrisisBBM #BeritaDaerah #KompasNews

Posting Komentar