Dukung Keamanan KTT ASEAN di Filipina, TNI Kerahkan 5 Pesawat Tempur dan 3 Kapal Perang Canggih ke Sulawesi Utara

Tandaglobalnews JAKARTA – Menyusul berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar di Cebu, Filipina, serta dihadiri oleh para pemimpin negara-negara Asia Tenggara termasuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengambil langkah strategis dengan mengerahkan kekuatan militer gabungan yang tangguh ke wilayah Sulawesi Utara. Pengerahan ini melibatkan unsur dari tiga matra, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, lengkap dengan sejumlah alutsista canggih dan terbaru milik negara.


Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan adanya penempatan kekuatan ini saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (8/5/2026). Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran, keamanan, dan kesuksesan seluruh rangkaian acara KTT ASEAN yang berlangsung di negara tetangga tersebut.

 

 “Pengerahan kekuatan ini dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi di kawasan ASEAN,” ungkap Brigjen Rico Ricardo Sirait.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, penempatan pasukan dan alutsista di wilayah Sulawesi Utara dipilih karena posisinya yang sangat strategis dan berbatasan langsung dengan wilayah perairan yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara ASEAN lainnya, termasuk Filipina. Keberadaan kekuatan militer ini bertugas untuk mengawasi, menjaga, dan memastikan stabilitas keamanan di perbatasan wilayah kedaulatan Indonesia serta perairan internasional yang berdekatan.

 

Dalam pengerahan kali ini, TNI mengerahkan kekuatan udara dan laut yang sangat signifikan dan modern. Di sektor udara, sebanyak 5 unit pesawat tempur F-16 dikerahkan untuk patroli dan kesiapan tempur. Selain itu, turut disiapkan pula pesawat angkut strategis berjenis A400M dan pesawat angkut berat C-130J Super Hercules. Kedua jenis pesawat terakhir ini dikenal memiliki kemampuan daya angkut besar, jangkauan jauh, serta sangat vital untuk keperluan logistik, pengawasan, maupun evakuasi jika diperlukan.

 

Sementara itu dari unsur Angkatan Laut, TNI mengerahkan tiga kapal perang jenis fregat yang merupakan garda terdepan kekuatan laut Indonesia, yaitu KRI Brawijaya-320, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI RE Martadinata-331.

 

Menariknya, sebagian besar alutsista yang ditugaskan dalam misi ini adalah aset terbaru yang baru saja diperkuat ke dalam jajaran pertahanan RI. Pesawat A400M, KRI Brawijaya-320, serta KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan bukti nyata pemodernisasi kekuatan pertahanan nasional yang kini sudah dioperasionalkan sepenuhnya dan siap menjaga kedaulatan negara.

 

Brigjen Rico Ricardo Sirait menekankan bahwa seluruh pergerakan dan kegiatan operasional yang dilakukan oleh TNI berjalan sesuai prosedur, terukur, sangat profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

 

“Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat. Tidak ada satu pun langkah yang kami ambil yang dapat mengganggu kedaulatan atau ketertiban negara lain,” tegasnya.

 

Lebih jauh, Rico menjelaskan bahwa langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat Indonesia sebagai salah satu negara pendiri ASEAN. Indonesia memandang bahwa stabilitas, perdamaian, dan keamanan di kawasan Asia Tenggara adalah tanggung jawab bersama seluruh negara anggota.

 

“Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN. Karena itu, kesiapsiagaan TNI dalam konteks ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN,” tambahnya.

 

Kehadiran kekuatan militer ini diharapkan dapat menjadi faktor penstabil, memberikan rasa aman, serta menjamin bahwa tidak ada gangguan yang dapat mengganggu kelancaran diskusi dan kesepakatan penting yang dibahas oleh para pemimpin negara selama berlangsungnya KTT ASEAN di Cebu, Filipina.

 

Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata kemampuan pertahanan Indonesia yang semakin kuat dan siap, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 untuk menjadi kekuatan maritim dan pertahanan yang disegani di kawasan.

 

Sumber: Jawa Pos  

 

#tandaglobalnews #Indonesia2045 #IndonesiaEmas2045 #KTTASEAN #TNI #PertahananNasional #Kemhan #F16 #KRI #KeamananKawasan #BeritaNasional

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama