Pemprov Gorontalo Pastikan Pangan dan Air Bersih untuk Korban Banjir Biau

Wagub Gorontalo tinjau penanganan banjir Biau.

 Tandaglobalnews  | Gorontalo Utara Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Fokus utama penanganan saat ini adalah menjamin ketersediaan pangan, air bersih, serta kelancaran layanan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir bandang pada Jumat (29/5/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung sekaligus mengevaluasi kesiapan posko penanganan darurat yang telah dibentuk pemerintah daerah.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. Dapur umum sudah beroperasi sejak hari pertama banjir dan saat ini melayani kurang lebih 3.000 penerima manfaat,” ujar Idah.

Selain memastikan distribusi makanan siap saji dan pasokan air bersih berjalan lancar, Wakil Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga infrastruktur pengendali banjir yang telah dibangun pemerintah. Ia menyayangkan adanya laporan dugaan perusakan fasilitas penahan banjir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, tindakan seperti memotong kawat bronjong dan menjual batu pengisinya dapat memperbesar risiko longsor dan memicu banjir di kemudian hari. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik demi keselamatan bersama.

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Biau dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus sejak Selasa malam menjelang Hari Raya Iduladha.

Berdasarkan data Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, sebanyak lima desa terdampak banjir, yaitu Desa Didingga, Omuto, Bualo, Biau, dan Luhuto. Total warga terdampak mencapai 820 kepala keluarga atau 3.034 jiwa.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wakil Gubernur bersama Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, juga meninjau kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang dihuni 54 kepala keluarga. Selain itu, mereka mengunjungi sejumlah fasilitas publik, termasuk Puskesmas Biau dan SMP Negeri 1 Biau, guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan pascabencana.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat penanganan dampak banjir sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal.

 

Sumber : infopublik.id

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama