Tandaglobalnews KEDIRI – Aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Masjid Jami Imam Baidhowi, Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, terus tumbuh seiring meningkatnya kunjungan jamaah dan wisata religi di lokasi tersebut.
Salah satu pelaku usaha yang ditemui di sekitar area masjid adalah Ngatinah, pedagang aneka jajanan dan gorengan yang telah berjualan selama kurang lebih tiga tahun terakhir.
Berbagai jenis makanan dijual untuk pengunjung dan jamaah, mulai dari gorengan, sosis, burger, hingga kebab. Selain usaha kuliner, keluarga Ngatinah juga menjalankan usaha penjualan pakaian di ruko yang berada tidak jauh dari lokasi berjualan.
Menurut keterangannya, usaha makanan tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00–19.00 WIB. Sementara usaha pakaian hanya dibuka pada akhir pekan karena keterbatasan tenaga penjaga di hari biasa.
“Kalau jualan baju biasanya buka Sabtu dan Minggu saja,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ngatinah mengungkapkan kondisi penjualan cenderung fluktuatif tergantung jumlah pengunjung yang datang ke kawasan masjid. Pada hari biasa, omzet penjualan rata-rata berkisar Rp300 ribu per hari. Namun saat akhir pekan, suasana kawasan lebih ramai sehingga jumlah pembeli meningkat.
Keberadaan Masjid Imam Baidhowi yang dikenal masyarakat sebagai salah satu tujuan wisata religi di Kabupaten Kediri dinilai turut memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar, khususnya pelaku UMKM dan pedagang kecil.
Ramainya jamaah yang datang untuk beribadah maupun sekadar singgah saat perjalanan membuat aktivitas perdagangan di sekitar lingkungan masjid ikut bergerak, terutama pada momentum akhir pekan dan pelaksanaan Sholat Jumat.
Meski demikian, para pedagang mengaku tetap menghadapi tantangan berupa kondisi penjualan yang tidak selalu stabil setiap harinya.
Penulis : Roni Ardiansyah
Editor : Novita

Posting Komentar