Pak Sutrisno: Pedagang Es Tebu Resmi di Depan Taman Hijau Kediri, Dusun Dadapan


Tandaglobalnews KEDIRI – Di pinggir jalan utama Dusun Dadapan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, tepatnya di bagian depan Taman Hijau Kediri, berdiri lapak sederhana milik Sutrisno (57 tahun). Pak Sutrisno begitulah ia biasa disapa warga sekitar, pedagang es tebu yang telah menggeluti usaha ini secara tekun dan konsisten selama kurang lebih 8 tahun lamanya, mulai dari tahun 2018 hingga sekarang di tahun 2026. Lokasi dagangnya yang strategis, persis di area taman yang menjadi ruang publik warga, membuat dagangannya selalu ramai dikunjungi pembeli, baik warga lokal maupun pengunjung yang melintas atau sedang beristirahat di taman tersebut.

Salah satu hal yang patut diacungi jempol dari usaha Pak Sutrisno adalah kepatuhannya dalam hal administrasi. Berbeda dengan banyak pedagang kaki lima lainnya yang beroperasi sekadarnya, Pak Sutrisno merupakan pelaku usaha mikro yang tertib dan legal. Beliau telah memiliki perizinan usaha resmi yang sah dari pemerintah setempat, sehingga setiap gelas minuman yang dijualnya tidak hanya menawarkan kesegaran, tetapi juga menjamin keamanan dan legalitas usahanya. Hal ini menjadi bukti keseriusan beliau dalam berwirausaha dan berkontribusi pada pendapatan daerah.

 

Selama berjalan hampir satu dekade, harga jual es tebu buatannya mengalami penyesuaian wajar mengikuti kondisi ekonomi dan fluktuasi harga bahan baku. Saat pertama kali membuka usaha pada tahun 2018, Pak Sutrisno membanderol harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 1.500 per gelas. Seiring berjalannya waktu, kenaikan harga bahan baku, biaya angkut, dan kebutuhan operasional memaksa beliau menyesuaikan harga. Kini di tahun 2026, harga satu gelas es tebu murni hasil perasan langsung ditetapkan sebesar Rp 3.000. Meski naik dua kali lipat, harga tersebut masih sangat bersahabat dan jauh lebih murah dibandingkan minuman kemasan lainnya, sehingga antrean pembeli tak pernah surut.

 

Di usianya yang menginjak 57 tahun, tenaga dan semangat Pak Sutrisno tak kalah dibandingkan pedagang muda. Setiap harinya, beliau mampu memproduksi dan menjual rata-rata 200 gelas es tebu pada hari biasa. Angka tersebut melonjak tajam hingga dua kali lipat saat akhir pekan atau hari libur tiba. Saat Sabtu, Minggu, maupun hari libur nasional, lokasi di depan Taman Hijau Kediri menjadi sangat ramai dikunjungi keluarga dan anak-anak, sehingga permintaan es tebu segar milik Pak Sutrisno pun meningkat drastis hingga mencapai 400 gelas lebih sehari.

 

Volume penjualan yang tinggi ini otomatis berdampak pada pendapatan harian yang lumayan menjanjikan. Pak Sutrisno mengaku rata-rata pendapatannya berkisar antara Rp 400.000 hingga Rp 600.000 per hari, tergantung pada ramainya pengunjung dan pasokan bahan baku. Angka ini merupakan hasil yang sangat baik bagi usaha skala kecil, dan menjadi bukti nyata bahwa kerja keras serta ketekunan membuahkan hasil yang manis.

 

Namun, di balik omzet yang menguntungkan itu, Pak Sutrisno juga harus cermat mengelola usaha karena harga bahan baku utamanya, yaitu batang tebu, sangat fluktuatif. Harga beli tebu dari pemasok dulu berkisar antara Rp 80.000 dan sekarang sudah menginjak harga Rp 140.000 per kuintal. Perbedaan harga ini sangat dipengaruhi oleh musim panen dan ketersediaan stok. Saat panen raya tiba, harga tebu berada di angka terendah, namun saat persediaan menipis atau biaya produksi pertanian naik, harga bisa menyentuh angka tertinggi. Meski demikian, Pak Sutrisno pandai menyiasatinya agar tetap mendapatkan keuntungan wajar tanpa harus memberatkan konsumen dengan kenaikan harga jual yang berlebihan.

 

Berada di lokasi strategis Dusun Dadapan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, tepatnya di halaman depan Taman Hijau Kediri, lapak Pak Sutrisno kini menjadi salah satu ikon kuliner sederhana di wilayah tersebut. Dikenal sebagai pedagang yang ramah, jujur, dan sangat menjaga kebersihan, beliau memastikan setiap tetes air tebu yang diminum pembeli adalah hasil perasan murni, segar, dan bebas campuran pemanis buatan berlebihan.

 

Sudah 8 tahun Pak Sutrisno berkarya di sana. Dari harga Rp 1.500 hingga Rp 3.000, dari puluhan hingga ratusan gelas sehari, beliau membuktikan bahwa usaha kecil yang dikelola dengan jujur, tertib aturan, dan penuh ketekunan mampu bertahan, berkembang, dan menjadi tumpuan hidup keluarga hingga usia senja. Bagi warga sekitar maupun pengunjung Taman Hijau Kediri, es tebu Pak Sutrisno adalah pasangan terbaik untuk melepas dahaga dan menikmati suasana sejuk di kawasan Dusun Dadapan.

 

Penulis: Roni Ardiansyah

 

#tandaglobalnews #BeritaKediri #UsahaMikro #EsTebuKediri #DusunDadapan #DesaSumberejo #KecamatanNgasem #TamanHijauKediri #PedagangResmi #WirausahaLokal #Kediri

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama