MISTERI KERANGKA MANUSIA DI BENOWO SURABAYA: TANPA IDENTITAS, PENYEBAB KEMATIAN MASIH GELAP


TandaGlobalNews | SURABAYA, Jumat (8/5/2026) – Kawasan Jalan Sememi Kidul Nomor 1, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, menjadi sorotan usai ditemukannya sesosok kerangka manusia di tengah rimbunan semak belukar yang berdekatan dengan area tambak ikan, pada Kamis malam (7/5/2026). Penemuan ini mengundang banyak tanya, mulai dari siapa identitas korban, berapa lama sudah tergeletak di sana, hingga apa penyebab kematiannya yang belum terungkap.

Awal kejadian bermula sekitar pukul 18.30 WIB, saat seorang warga yang sedang memancing ikan di pinggir tambak mencium bau busuk yang sangat menyengat. Setelah mencari sumber bau tersebut, ia menemukan sesosok jasad yang kondisinya sudah tinggal tulang belulang di balik semak-semak, tak jauh dari tiang listrik tegangan tinggi.

Penemu kemudian melapor ke Ketua RW setempat berinisial MTM (45), yang selanjutnya meneruskan laporan ke Ketua RT dan aparat keamanan. Laporan resmi baru masuk ke layanan darurat Command Centre 112 dan BPBD Surabaya tepat pukul 22.56 WIB. Tak berselang lama, tim gabungan dari Posko Terpadu Barat bergerak ke lokasi dan tiba pukul 23.04 WIB untuk melakukan pengecekan dan pengamanan TKP.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, membenarkan urutan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media.

"Dilaporkan Ketua RT sekitar pukul 22.56 WIB. Pos terpadu barat tiba di lokasi sekitar pukul 23.04 WIB dan menyesuaikan bersama jajaran kepolisian serta Dinas Sosial. Jenazah berada di dalam semak-semak lebat, kondisi sudah kering tinggal kerangka belaka," ujar Linda.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak jejak atau bukti yang mungkin tersisa. Petugas tidak menemukan sama sekali barang pribadi, dokumen, KTP, atau tanda pengenal apapun di dekat jenazah. Berdasarkan bentuk tulang dan struktur fisik, sementara diduga korban berjenis kelamin laki-laki, namun hal ini belum 100% dipastikan dan untuk sementara tercatat dalam data kepolisian sebagai "Mr. X".

Setelah diangkat, kerangka dibawa menggunakan ambulans milik Dinas Sosial Surabaya dan disimpan di kamar jenazah RSUD dr. Soetomo guna pemeriksaan medis dan otopsi lanjut.

Segera setelah laporan masuk, Polsek Benowo dan Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Surabaya dikerahkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menjelaskan bahwa timnya telah mengambil sampel tulang, tanah sekitar, dan benda-benda di sekitar lokasi untuk dianalisis di laboratorium.

"Kami masih mendalami kasus ini. Belum diketahui berapa lama jenazah sudah ada di sana, apakah berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kondisi sudah mengering, tertutup tanaman liar, jadi sulit diduga sejak kapan tergeletak di sana," jelas Hadi, Jumat pagi.

Identifikasi Korban: Melakukan pemeriksaan antropologi forensik untuk memperkirakan usia, tinggi badan, ras, hingga mengambil sampel DNA guna dicocokkan dengan data laporan orang hilang yang tersimpan di kepolisian maupun rumah sakit.

Penyebab Kematian: Mencari ada tidaknya tanda luka, retakan, bekas senjata tajam atau api pada tulang belulang, untuk menentukan apakah meninggal karena sakit, kecelakaan, tindak kekerasan/pembunuhan, atau sebab lain.

Hingga kini, belum ditemukan bukti yang mengarah ke tindak pidana tertentu, namun polisi tidak menutup kemungkinan adanya unsur kejahatan di balik kematian tersebut.

Warga sekitar mengaku sebenarnya bau tak sedap itu sudah tercium sejak sore hari, sekitar pukul 17.00–18.00 WIB, namun banyak yang mengira berasal dari sampah atau bangkai hewan, sehingga tidak ada yang berani masuk ke dalam semak belukar yang lebat dan agak terpencil itu.

Salah satu warga bernama Sujianto (52) bercerita, kawasan itu memang sepi dan jarang dilewati orang kecuali pemancing.

"Di sini jarang ada orang lewat kalau tidak memancing. Kalau ada bau, orang kira ikan busuk atau bangkai tikus/kucing. Tidak menyangka ada mayat manusia. Selama ini kami tidak dengar ada warga hilang di sekitar sini," katanya.

Lokasi penemuan berada agak masuk ke dalam, dibatasi pagar dan rimbunan tanaman, sehingga sulit terlihat dari jalan raya utama. Kondisi ini memungkinkan jenazah tergeletak cukup lama tanpa diketahui orang.

Pihak RSUD dr. Soetomo kini sedang melakukan otopsi lengkap terhadap kerangka tersebut. Hasilnya akan menjadi kunci bagi polisi untuk menentukan arah penyelidikan selanjutnya. Polisi juga mulai membuka data laporan kehilangan orang di wilayah Surabaya dan sekitarnya dalam kurun waktu 1 hingga 2 tahun terakhir untuk dicocokkan ciri-ciri fisiknya.

Masyarakat diimbau jika memiliki anggota keluarga yang hilang dan belum ditemukan, dapat melapor ke kepolisian dengan membawa data lengkap untuk keperluan pencocokan DNA.

Hingga berita ini diturunkan, misteri identitas dan nasib korban ini masih menjadi teka-teki besar yang ditunggu jawabannya oleh publik.

Sumber Berita:  Kompas.com,BPBD Kota Surabaya - Rilis Resmi,Polrestabes Surabaya / IDN Times Jatim,BeritaJatim.com / SuaraJatim.id,JPNN Jatim / VIVA Jatim,Bangsa Online / MitraPost

#tandaglobalnews #gresiksumpek #surabaya #news #benowo #kerangkamanusia #misteri #polrestabessurabaya #forensik #beritakriminal #jatim

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama