Masjid Jami Imam Baidhowi Kediri, Ikon Wisata Religi Bernuansa Masjid Nabawi di Tengah Pedesaan

Megahnya arsitektur masjid Jami Imam Baidhowi bergaya Timur Tengah , Foto : Roni Ardiansyah 

Tandaglobalnews KEDIRI – Kemegahan Masjid Jami Imam Baidhowi di Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, kini menjadi perhatian masyarakat luas dan berkembang sebagai salah satu destinasi wisata religi populer di Jawa Timur.

Berlokasi tidak jauh dari kawasan pendidikan Kampung Inggris Pare, masjid ini hadir dengan desain arsitektur Timur Tengah yang megah dan disebut menyerupai Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Keberadaan masjid tersebut tidak hanya menjadi pusat ibadah masyarakat, namun juga berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan agama, hingga wisata religi keluarga.

Masjid Imam Baidhowi dibangun atas inisiatif masyarakat bersama para donatur yang memiliki tujuan menghadirkan fasilitas ibadah representatif di wilayah pedesaan. Nama “Imam Baidhowi” sendiri diambil dari nama seorang ulama besar dan ahli tafsir ternama sebagai simbol harapan agar masjid tersebut menjadi pusat penyebaran ilmu agama Islam yang luas dan bermanfaat.

Pembangunan masjid dimulai pada tahun 2021 di atas lahan sekitar 4.000 meter persegi yang dipersiapkan khusus sebagai fasilitas umum keagamaan. Proses pembangunan berlangsung kurang lebih selama dua tahun dan dilakukan secara bertahap dengan dukungan gotong royong masyarakat serta bantuan para donatur.

Desain bangunan dirancang oleh tim ahli dengan konsep arsitektur yang mengadopsi gaya masjid bersejarah di Arab Saudi. Hal tersebut terlihat dari bentuk kubah hijau besar, menara tinggi, ornamen geometris Islami, hingga keberadaan payung elektronik otomatis yang menjadi ciri khas utama kawasan masjid.

Secara fisik, bangunan utama selesai pada akhir tahun 2023 dan mulai digunakan secara resmi untuk kegiatan ibadah pada akhir 2023 hingga awal 2024. Peresmian masjid saat itu dihadiri tokoh agama, pemerintah daerah, serta ribuan warga yang antusias menyambut hadirnya masjid megah di wilayah Plemahan.

Sejak pertama kali dibuka, Masjid Imam Baidhowi langsung menarik perhatian masyarakat karena kemegahan bangunannya yang dinilai jarang ditemukan di kawasan pedesaan.

Tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dibangun dengan visi menjadi pusat peradaban Islam. Berbagai kegiatan keagamaan rutin digelar di lokasi tersebut, mulai dari kajian agama, pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga program Jumat Berkah yang melibatkan masyarakat sekitar.

Konsep wisata religi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan masjid. Pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, namun juga menikmati suasana arsitektur Islami yang megah dan fasilitas penunjang lainnya.

Masjid Imam Baidhowi kini dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti payung elektronik otomatis ala Masjid Nabawi, taman, area UMKM, ruang pendidikan, hingga wahana ATV wisata keluarga yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadikan kawasan Masjid Imam Baidhowi berkembang sebagai destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan luar pulau.

Selain meningkatkan aktivitas keagamaan masyarakat, keberadaan masjid juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui tumbuhnya usaha kecil, pedagang kaki lima, dan sektor wisata lokal.

Kini, Masjid Jami Imam Baidhowi tidak hanya menjadi kebanggaan warga Desa Langenharjo dan Kecamatan Plemahan, tetapi juga berkembang menjadi ikon baru wisata religi Kabupaten Kediri.


Penulis : Roni Ardiansyah 

Editor : Novita

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama