Masa Giling Perdana Picu Antrean Panjang, PG Ngadirejo Siapkan Kantong Parkir dan Siagakan Petugas 24 Jam

Antrean truk tebu di Pabrik Gula Ngadirejo, Kras (21/05/2026)
Foto : Maulana Rahmadha (TandaGlobalNews)

 TANDAGLOBALNEWS | KEDIRI – Antrean panjang truk pengangkut tebu mulai terlihat di sekitar Pabrik Gula (PG) Ngadirejo sejak awal musim giling tahun ini. Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen memastikan bahwa operasional pabrik saat ini berjalan lancar dan beberapa langkah antisipasi telah disiapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Manajer Keuangan PG Ngadirejo, Tomi, menjelaskan bahwa antrean ini dipicu karena PG Ngadirejo menjadi pabrik gula pertama yang memulai masa giling di wilayah Kediri Raya. Kondisi ini memicu antusiasme yang sangat tinggi dari para petani untuk segera mengirimkan hasil panen mereka.

"Pabrik sendiri beroperasi penuh selama 24 jam dan saat ini dalam kondisi on fire atau berjalan sangat lancar tanpa kendala operasional apa pun. Antrean murni karena volume tebu yang dikirim petani dari kawasan Kediri dan Blitar sedang meningkat tajam," ujar Tomi saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

Untuk mengatasi kepadatan armada, manajemen PG Ngadirejo telah menyiapkan sejumlah kantong parkir sementara guna mengantisipasi kemacetan di jalan raya:

  • Jalur Selatan: Pihak pabrik telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Keras untuk meminjam lapangan desa sebagai lokasi penampungan truk tebu.
  • Jalur Utara: Area penampungan armada dialihkan dan dipusatkan ke wilayah Desa Branggahan.

Selain menyediakan lokasi parkir, PG Ngadirejo juga menyiagakan petugas lapangan dari ujung utara hingga ujung selatan di setiap titik jalur yang rawan macet. Petugas ini dikerahkan untuk membantu koordinasi lalu lintas serta menertibkan posisi parkir truk agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Kepadatan Diprediksi Segera Terurai Kondisi antrean ini diproyeksikan akan segera mereda dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan informasi terbaru, emplasemen PG Pesantren Baru dijadwalkan segera dibuka besok untuk mulai menerima kiriman tebu, sehingga konsentrasi armada truk bisa terpecah. Langkah ini akan diperkuat pada awal Juni mendatang saat PG Mojopanggung juga mulai membuka masa gilingnya.

Pihak manajemen mengimbau kepada seluruh sopir armada tebu untuk tetap bersabar selama proses antrean berlangsung. Mengingat kapasitas tampung pabrik yang memiliki batasan harian, kerja sama dan ketertiban para sopir di lapangan sangat diharapkan demi kenyamanan bersama.

Penulis : Roni Ardiansyah

Editor : Aditya Efendi

Foto : Maulana Rahmadha

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama