Tandaglobalnews
Jakarta, 12 Mei 2026 – Ketua Dewan Ekonomi
Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital
Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja
Kementerian Sosial dalam memperkuat integrasi data serta percepatan digitalisasi
sistem perlindungan sosial nasional. Pernyataan ini disampaikan saat ia
memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) bertema Perluasan Uji Coba Digitalisasi
Bantuan Sosial dan Kartu Usaha, yang digelar di kantor DEN, Jakarta, Senin ini
.
Dalam
pertemuan yang dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, pejabat tinggi
kementerian/lembaga terkait, serta perwakilan pemerintah daerah, Luhut
menegaskan bahwa langkah Kemensos menyatukan basis data, membangun sistem
terpadu, dan menerapkan teknologi canggih menjadi tonggak penting agar bantuan
sosial tepat sasaran, transparan, dan bebas dari kebocoran atau penyalahgunaan.
“Saya
sangat mengapresiasi kerja keras Kementerian Sosial. Integrasi data lintas
instansi dan digitalisasi yang sudah dibangun ini adalah fondasi utama
perlindungan sosial kita ke depan. Tidak ada lagi data ganda, tidak ada
penerima yang tidak berhak, dan penyaluran jadi jauh lebih cepat dan terukur,”
ujar Luhut dalam keterangannya usai memimpin rapat .
Sistem yang
dikembangkan Kemensos kini telah terhubung penuh dengan Data Tunggal Sosial
Ekonomi Nasional (DTSEN), terintegrasi dengan data kependudukan (Dukcapil),
BPS, BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, PLN, hingga instansi terkait lainnya.
Sistem ini juga sudah dilengkapi fitur verifikasi wajah (face recognition) dan
kecerdasan buatan untuk memvalidasi penerima bantuan, teknologi yang sebelumnya
telah diuji coba sukses di Banyuwangi dan terbukti sangat akurat .
Luhut
menjelaskan, tujuan utama digitalisasi ini adalah memastikan bantuan sosial
seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Sembako, hingga bantuan berkelanjutan
lainnya tepat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Selain itu,
sistem ini juga dikembangkan terpadu dengan program Kartu Usaha, agar bantuan
perlindungan sosial bisa disambungkan langsung dengan dukungan ekonomi, memutus
rantai kemiskinan secara berkelanjutan .
“Jangan ada
lagi yang menahan atau memperlambat integrasi data. Semua kementerian dan
lembaga harus masuk ke dalam satu sistem ini. Kalau sudah terhubung dan
berbasis data akurat, kebijakan kita jadi lebih cerdas, efisien, dan mencegah
korupsi. Ini arahan tegas Bapak Presiden,” tegas Luhut menekankan komitmen
pemerintah .
Sementara
itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa saat ini uji coba
digitalisasi bansos sedang diperluas ke 42 kabupaten/kota mulai 13 Mei 2026,
dan ditargetkan berjalan nasional penuh akhir tahun ini. Kemensos juga telah
menyiapkan portal layanan terpadu, memudahkan warga mendaftar, mengajukan
sanggahan, hingga memantau status bantuan secara daring .
“Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal keadilan. Kami pastikan setiap rupiah bantuan negara sampai tepat ke tangan warga yang berhak, dan data selalu diperbarui agar akurat,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.
Rapat juga
menyepakati percepatan pelatihan bagi aparat daerah, sosialisasi masif ke
masyarakat, serta pemantauan berkala agar sistem berjalan lancar. Pemerintah
berharap lewat integrasi dan digitalisasi ini, perlindungan sosial Indonesia
menjadi salah satu yang terbaik, paling akuntabel, dan efektif di kawasan.
#DewanEkonomiNasional
#LuhutBinsarPandjaitan #KementerianSosial #DigitalisasiBansos #IntegrasiData
#PerlindunganSosial #TransformasiDigital #tandaglobalnews

Posting Komentar