TANDAGLOBALNEWS | BANDAR LAMPUNG – Kabar duka menyelimuti jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Brigadir Arya Supena, anggota Satuan Intelijen Keamanan Negara (Intel Kamneg) Polda Lampung, dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (9/5/2026) siang. Ia mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan masa kritis akibat luka tembak di bagian kepala yang dideritanya saat mencoba menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Peristiwa tragis ini terjadi tepat di depan toko kue legendaris, Yussy Akmal, Jalan ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, sekitar pukul 05.30 WIB.
Konfirmasi Kepergian Korban
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengonfirmasi kabar duka tersebut saat dihubungi awak media pada Sabtu siang. Meskipun tim medis RS Bhayangkara telah melakukan upaya maksimal sejak pagi hari, nyawa Brigadir Arya tidak tertolong.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Benar, sekitar 15 menit yang lalu korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis intensif di RS Bhayangkara," ujar Kombes Pol Yuni dengan nada duka, Sabtu (9/5/2026).
Kronologi Keberanian Sang Intel
Insiden bermula ketika Brigadir Arya yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Street hitam (BG 6138 ACY) melintasi lokasi kejadian. Di tengah suasana pagi yang masih sepi, insting kepolisiannya bekerja saat melihat dua pria dengan gerak-gerik mencurigakan di area parkir toko kue Yussy Akmal.
Salah satu pelaku terlihat sedang berupaya merusak kunci setang sepeda motor Honda Beat Biru Putih (BE 2826 NBM) milik Nuraini Maya (27), seorang karyawan toko tersebut. Tanpa ragu, Brigadir Arya mendekat dan memberikan teguran keras kepada kedua pelaku.
Namun, alih-alih menyerah, salah satu pelaku yang diduga panik langsung mencabut senjata api rakitan. Dalam hitungan detik, pelaku melepaskan tembakan ke arah korban dari jarak dekat yang tepat mengenai bagian vital di kepala.
Pelarian Pelaku dan Barang Bukti
Setelah melepaskan tembakan, kedua pelaku langsung memacu kendaraan mereka untuk melarikan diri ke arah Rajabasa. Dalam kepanikan tersebut, senjata api milik pelaku sempat terjatuh ke aspal, namun dikabarkan berhasil diambil kembali oleh rekan pelaku sebelum mereka menghilang dari pandangan saksi mata.
Di lokasi kejadian, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut:
1 buah Kunci Leter T (milik pelaku).
Sepeda motor Honda Beat milik korban (yang digunakan saat berpatroli/melintas).
Telepon genggam (handphone) milik korban.
Sepeda motor target pencurian milik karyawan toko sebagai barang bukti percobaan pencurian.
Pengejaran Skala Besar
Gugurnya Brigadir Arya Supena memicu reaksi cepat dari Polda Lampung. Kapolda Lampung dilaporkan telah memerintahkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Satreskrim Polresta Bandar Lampung untuk membentuk tim khusus.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan kekerasan seperti ini. Tim gabungan sudah bergerak melakukan pengejaran berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi di lokasi," tegas pihak kepolisian.
Jenazah Brigadir Arya Supena rencananya akan disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan dengan upacara kepolisian sebagai penghormatan atas jasa dan keberaniannya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polri dan masyarakat Lampung yang kehilangan sosok polisi berdedikasi.

Posting Komentar