Israel Cegat Kapal Misi Gaza, Jurnalis Indonesia Hilang Kontak; Menkomdigi Ambil Tindakan Tegas!

(dok. komdigi.go.id dan instagram globalpeaceconvoy)

 TANDAGLOBALNEWS | JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengecam keras aksi militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Insiden tersebut terjadi di perairan Mediterania Timur saat rombongan sedang bertolak menuju Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan.

Situasi ini memicu kekhawatiran mendalam di tanah air karena di dalam rombongan kapal tersebut terdapat sejumlah jurnalis asal Indonesia yang sedang menjalankan tugas peliputan resmi. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari media Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Kronologi dan Kondisi Terkini di Mediterania

Berdasarkan laporan data dari Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), militer Israel setidaknya telah menahan 10 kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional tersebut. Beberapa kapal yang terkonfirmasi ditahan di antaranya adalah:

  • Kapal Amanda
  • Kapal Barbaros
  • Kapal Josef
  • Kapal Blue Toys

Hingga berita ini diturunkan, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia dilaporkan hilang kontak dan belum bisa dihubungi. Status keselamatan serta kondisi terkini dari seluruh awak kapal dan relawan di dalamnya masih belum dapat dipastikan.

Respons Tegas Menkomdigi Meutya Hafid

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang menimpa insan pers Indonesia di wilayah konflik tersebut.

"Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan warga negara Indonesia termasuk insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua," ujar Meutya Hafid di Jakarta, Senin (18/05/2026).

Meutya mengingatkan dunia internasional bahwa jurnalis dilindungi oleh hukum humaniter internasional. Kehadiran mereka di area konflik adalah untuk membawa suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta objektif kepada publik global. Oleh karena itu, ia menuntut agar kerja jurnalistik dihormati dan diberikan ruang aman, terlebih dalam situasi krisis kemanusiaan seperti di Gaza.

Langkah Penyelamatan dan Jalur Diplomatik

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Kemkomdigi menegaskan dukungan penuhnya terhadap segala langkah lobi dan penanganan diplomatik yang sedang diupayakan oleh Kemlu RI.

Saat ini, Kemlu RI telah menginstruksikan dan berkoordinasi erat dengan tiga perwakilan diplomatik terdekat di jaringan Timur Tengah, yaitu:

  • KBRI Ankara (Turki)
  • KBRI Kairo (Mesir)
  • KBRI Amman (Yordania)

Ketiga KBRI tersebut dikerahkan untuk menyiapkan langkah perlindungan darurat, memantau pergerakan otoritas setempat, serta mematangkan rencana evakuasi dan percepatan pemulangan para WNI segera setelah akses terbuka.

"Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut. Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan," pungkas Meutya.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama