GEMPA BUMI MENGGUNCANG PANGANDARAN, BERADA DI LAUT DENGAN KEDALAMAN 29 KM

 


Tandaglobalnews JAKARTA, 4 Mei 2026 – Sebuah peristiwa gempa bumi kembali mengguncang wilayah Indonesia, tepatnya terjadi di perairan sekitar Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Gempa yang terjadi pada dini hari ini sempat membuat warga yang sedang beristirahat terkejut karena merasakan getaran yang cukup nyata.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi media sosialnya @infoBMKG merilis informasi terkait kejadian alam tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, gempa bumi terjadi pada hari ini, Senin, 4 Mei 2026, tepatnya pada pukul 02.06 WIB.

Berdasarkan analisis data seismologi, pusat gempa atau episenter diketahui berada di wilayah laut. Secara geografis, pusat gempa terletak sekitar 66 kilometer di sebelah selatan Kabupaten Pangandaran. Titik koordinat tercatat berada pada posisi 8,25 Lintang Selatan (LS) dan 108,27 Bujur Timur (BT).

Sementara itu, kedalaman hiposenter atau sumber gempa tercatat berada pada kedalaman 29 kilometer di bawah permukaan laut. Dengan kedalaman tersebut, secara tektonik gempa ini tergolong gempa yang terjadi pada zona pertemuan lempeng yang aktif di wilayah selatan Pulau Jawa.

Meskipun berpusat di laut, getaran dari gempa ini cukup terasa oleh masyarakat di wilayah daratan. BMKG mencatat bahwa skala intensitas guncangan yang dirasakan berada pada rentang Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II hingga III.

Berikut adalah penjelasan mengenai skala yang dirasakan masyarakat:

- MMI II: Getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang, terutama oleh mereka yang berada dalam keadaan diam atau di lantai atas bangunan. Pada skala ini, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu atau hiasan tampak bergoyang.

- MMI III: Getaran dirasakan dengan sangat nyata di dalam rumah. Banyak orang menyadari adanya gempa karena getaran terasa seolah-olah ada truk berat yang sedang lewat atau benturan ringan pada dinding bangunan.

Wilayah-wilayah yang melaporkan merasakan getaran dengan skala tersebut antara lain:

- Banjarwangi

- Manonjaya

- Singaparna

- Cikatomas

- Sukaramet

- Cimaragas

- Banjaranyar

- Banjarsari

- Kabupaten Pangandaran

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini. Getaran yang dirasakan bersifat singkat namun cukup menggugah kesadaran warga akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Dalam rilis awalnya, BMKG menyatakan bahwa berdasarkan karakteristik magnitudo, lokasi, dan kedalaman gempa, kejadian alam ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Namun, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang.

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan (aftershock). Warga disarankan untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman dari potensi kerusakan yang mungkin timbul akibat guncangan awal. Selain itu, masyarakat diharapkan hanya mempercayai dan menyebarkan informasi yang bersumber dari data resmi BMKG guna menghindari penyebaran hoaks atau informasi yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu kepanikan massal.

Pihak BMKG juga mengingatkan kembali akan pentingnya mengetahui rute evakuasi dan titik kumpul yang aman di masing-masing wilayah, mengingat wilayah selatan Jawa merupakan kawasan yang rawan terhadap aktivitas seismik.

Laporan ini disusun berdasarkan data dan informasi resmi yang dirilis oleh BMKG per tanggal 4 Mei 2026, pukul 04.22 WIB.

 

Sumber Berita: detiknews

#Gempa #GempaBumi #Pangandaran #JawaBarat #BMKG #InfoGempa #BencanaAlam

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama