Gemah KUA ASRI: Transformasi Total Layanan KUA Menjadi Ruang Pelayanan Berkelas dan Menyejukkan Hati

 



 

Tandaglobalnews Karawang – Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai garda terdepan pelayanan Kementerian Agama Republik Indonesia di tingkat kecamatan, kini sedang bertransformasi besar-besaran. Bukan lagi sekadar dipandang sebagai kantor administrasi tempat mengurus dokumen pernikahan, rujuk, atau wakaf, KUA kini berubah wajah menjadi pusat pelayanan publik yang tidak hanya andal secara pelayanan, tetapi juga memanjakan pengunjung dengan lingkungan yang bersih, hijau, tertata rapi, dan sangat nyaman. Perubahan mendasar ini lahir dari semangat dan pelaksanaan nyata Program GEMAH, yang merupakan singkatan dari Gerakan Jum’ah, dengan semangat utama mewujudkan KUA ASRI – Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

 

Langkah strategis ini digagas dan didorong penuh oleh Kementerian Agama sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan terhadap satuan kerja di garis depan pelayanan umat. Lebih dari sekadar program pembersihan rutin atau penghijauan kantor, inisiatif ini memiliki landasan pemikiran yang mendalam dan filosofis, yaitu penerapan nilai-nilai Ekoteologi. Konsep ini dicetuskan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang mengajarkan bahwa ajaran agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan manusia lain, serta manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan kantor pelayanan agama adalah bagian dari pengamalan nilai keagamaan itu sendiri.

 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjadi salah satu pejabat yang sangat mendorong gerakan ini agar berjalan merata di seluruh pelosok negeri. Beliau hadir langsung di KUA Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, pada Jumat, 22 Mei 2026, untuk melihat sekaligus mengawal pelaksanaan kegiatan GEMAH KUA ASRI secara langsung. Dalam keterangannya di hadapan para petugas KUA, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir, Abu Rokhmad menegaskan kembali posisi strategis KUA dalam struktur pelayanan keagamaan nasional.

 

“Kedudukan KUA itu sangat dekat dengan masyarakat, sangat dekat dengan umat. Hampir seluruh aspek kehidupan bermasyarakat yang berhubungan dengan hukum Islam dan administrasi keagamaan pasti bersinggungan dengan KUA. Oleh karena itu, wajah KUA adalah wajah Kementerian Agama di mata masyarakat. Jika KUA-nya kotor, berantakan, dan tidak nyaman, maka persepsi masyarakat terhadap pelayanan keagamaan kita pun akan terpengaruh negatif. Sebaliknya, jika KUA-nya bersih, sejuk, rapi, dan aman, maka kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat,” ujar Abu Rokhmad dengan tegas.

 

Beliau menambahkan, visi besar dari program ini adalah menjadikan setiap KUA di Indonesia sebagai pusat layanan keagamaan yang berkesan dan menyenangkan. “Cita-cita kita bersama adalah sangat sederhana namun mulia: setiap warga masyarakat yang datang berurusan ke KUA, entah itu untuk mendaftar nikah, mengurus akta nikah, atau urusan lainnya, harus merasa nyaman, betah, dan akhirnya puas terhadap layanan yang kami berikan. Kepuasan masyarakat adalah tolak ukur keberhasilan utama kerja kita,” tambahnya.

 

Lebih jauh dijelaskan Abu Rokhmad, penataan lingkungan kantor yang dilakukan dalam program ini memiliki dampak ganda yang sangat positif. Di satu sisi, lingkungan yang bersih, sehat, dan indah akan memberikan kenyamanan luar biasa bagi masyarakat yang sedang menunggu antrean atau berinteraksi dengan petugas. Di sisi lain, suasana kerja yang asri juga terbukti mampu meningkatkan semangat kerja, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab seluruh pegawai dan petugas yang bekerja di dalamnya. Ketika hati pegawai senang dan lingkungan kerja mendukung, maka pelayanan yang diberikan pun akan lebih ramah, lebih cepat, dan lebih berkualitas.

 

Kegiatan GEMAH yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini bukanlah kegiatan seremonial semata. Di KUA Kecamatan Karawang Timur, kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. Dimulai sejak pagi hari, seluruh petugas, staf, dan juga melibatkan unsur masyarakat serta pemuda setempat bergotong-royong membersihkan setiap sudut ruangan kantor, memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan masuk dengan baik, merapikan berkas-berkas administrasi, hingga bergerak ke halaman untuk membersihkan pekarangan, memangkas tanaman, dan menyiram serta merawat pepohonan dan tanaman hias yang ada di lingkungan kantor.

 

Hasilnya sangat terasa nyata. KUA Kecamatan Karawang Timur kini tampak sangat berbeda. Halaman kantor yang dulunya agak gersang kini menjadi hijau rimbun dan sejuk dipandang. Ruang tunggu masyarakat kini terasa lebih lapang, bersih, dan tertata rapi dengan sirkulasi udara yang baik. Warga yang datang berurusan pun mengaku sangat senang dan terkesan dengan perubahan ini. Salah seorang warga yang sedang mengurus administrasi pernikahan mengungkapkan rasa syukurnya, “Dulu saya kira kantor urusan agama itu kaku dan biasa saja. Tapi sekarang masuk ke sini rasanya sejuk dan damai. Petugasnya juga ramah sekali. Terima kasih atas perubahannya.”

 

Transformasi yang terjadi di Karawang Timur ini menjadi contoh nyata keberhasilan pembinaan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Program GEMAH KUA ASRI ini juga selaras dengan program prioritas nasional mengenai peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan yang peduli lingkungan. Kementerian Agama menegaskan bahwa komitmen untuk terus memperbaiki dan memodernisasi pelayanan di KUA tidak akan berhenti sampai di sini. Pembenahan fisik dan lingkungan akan terus disertai dengan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), penyederhanaan prosedur pelayanan, hingga penerapan sistem layanan digital agar akses masyarakat semakin mudah.

 

Dengan adanya kesuksesan penerapan di Karawang Timur ini, Kementerian Agama berharap seluruh KUA di 38 provinsi dan lebih dari 7.000 kecamatan di seluruh Indonesia dapat meniru, mengadopsi, dan menerapkan program ini secara konsisten dan berkelanjutan. KUA harus terus bertransformasi menjadi lembaga pelayanan yang adaptif, inovatif, dan selalu mengutamakan kepuasan umat, sekaligus menjadi lembaga yang menjaga dan mengajarkan kelestarian lingkungan hidup sesuai ajaran agama.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama