![]() |
| Kondisi tanaman jagung yang terkena wabah ulat Foto : Madha |
TandaGlobalNews | PUNCU KEDIRI – Tanaman jagung di lahan pertanian Dusun Sumbersuko, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, kini terancam kerugian besar akibat serangan wabah ulat. Hama ini ditemukan menyerang saat tanaman memasuki fase pertumbuhan aktif, meninggalkan kerusakan parah berupa lubang-lubang pada daun yang menyebar ke hampir seluruh bagian tanaman.
Pemantauan di lokasi menunjukkan populasi ulat cukup banyak bersembunyi di sela-sela tanaman dan di sekitar akar. Ulat tersebut aktif memakan jaringan daun muda maupun tua, sehingga daun menjadi bolong-bolong, kering, dan tidak dapat berfungsi maksimal untuk proses fotosintesis. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat, batang menjadi kurus, dan dikhawatirkan pembentukan tongkol jagung akan gagal atau menghasilkan bobot yang ringan.
Kondisi cuaca yang belakangan ini cukup lembap dan suhu udara hangat diduga menjadi faktor utama yang mendukung perkembangbiakan hama ini dengan sangat cepat. Serangan yang awalnya hanya terlihat di sebagian kecil lahan, dalam waktu singkat telah meluas ke area pertanian yang lebih luas di dusun tersebut.
Warga setempat melaporkan keresahan ini karena hingga kini belum ditemukan cara efektif untuk mengendalikan populasi ular tersebut. Penggunaan cara pengusiran sederhana belum memberikan hasil memuaskan, sementara risiko kerusakan tanaman makin bertambah setiap harinya.
Pihak berwenang dan penyuluh pertanian diharapkan segera turun tangan memberikan penanganan teknis serta rekomendasi pengendalian yang aman dan tepat sasaran, agar serangan tidak meluas ke desa-desa sekitar dan kerugian panen dapat ditekan seminimal mungkin. Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas utama andalan pangan dan ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Puncu.
Penulis : Maulana Rahmadha

Posting Komentar