GAGAL BERANGKAT! Sudah Lunasi Semua Biaya, Calon Jemaah Haji Lamongan Tiba-tiba Batal, Diduga Ada Jual Beli Kuota

Tandaglobalnews LAMONGAN Sebuah nasib pilu menimpa seorang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan. Meski telah melunasi seluruh biaya keberangkatan dan segala persiapan sudah dilakukan, pria berinisial YN (45 tahun) warga Kecamatan Sukodadi ini justru harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini.

Yang membuat kejadian ini semakin menyedihkan, YN sebenarnya berniat khusus untuk mendampingi ibunya yang juga merupakan calon jemaah haji. Kegagalan YN berangkat kini membuat rencana mulia tersebut berantakan dan mengancam keberangkatan sang ibu juga.

 

Pemberitahuan Mendadak via WhatsApp, Tanpa Surat Resmi

 

Menurut informasi yang dihimpun, kabar pembatalan keberangkatan YN disampaikan oleh pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Mabrur Lamongan.

 

Uniknya, pemberitahuan penting tersebut tidak disampaikan secara resmi melalui surat atau pertemuan tatap muka, melainkan hanya melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp pada bulan Februari lalu. Hal ini tentu membuat keluarga merasa kecewa dan tidak dihargai.

 

"Sebenarnya persiapan adik saya sudah matang, sudah siap semua. Tiba-tiba saja dapat kabar tidak jadi berangkat tanpa alasan yang jelas," ujar Sri Rahayu, saudara dari YN, dengan nada kecewa.

 

Niat Mulia Mendampingi Ibu Gagal Total

 

Sri menjelaskan, niat utama adiknya mendaftar dan melunasi biaya haji adalah untuk menemani sang ibu yang sudah lanjut usia. Mereka berdua seharusnya berangkat bersama-sama.

 

Namun, dengan adanya pembatalan mendadak ini, impian tersebut pupus sudah. "Seharusnya dia mendampingi ibunya berangkat haji. Sekarang malah jadi masalah, ibunya juga jadi bingung dan terancam batal juga," tambahnya.

 

Keluarga pun mempertanyakan, bagaimana bisa seseorang yang sudah melunasi biaya, sudah mengikuti tes kesehatan, dan memenuhi semua syarat administrasi, tiba-tiba dicoret dari daftar keberangkatan tanpa penjelasan yang memuaskan.

 

Curiga Ada Praktik Jual Beli Kuota

 

Menyikapi ketidakjelasan ini, Sri Rahayu mewakili keluarga menyampaikan kecurigaan kuat. Mereka menduga bahwa pembatalan ini berkaitan erat dengan dugaan praktik jual beli kuota atau porsi haji yang sering menjadi isu di masyarakat.

 

"Kan tes kesehatan sudah dilakukan, semua administrasi juga sudah lengkap dan lunas. Mengapa tiba-tiba tidak jadi berangkat? Tolong jelaskan secara rinci dan jelas kepada kami," tuntas Sri.

 

Keluarga menuntut penjelasan transparan dari pihak KBIHU maupun instansi terkait, agar keadilan bisa ditegakkan dan hak YN sebagai calon jemaah yang sudah membayar lunas bisa dikembalikan atau diakomodir.

 

Pihak KBIHU Bantah Tuduhan

 

Merespons polemik dan tudingan yang berkembang, pihak KBIHU Al-Mabrur Lamongan akhirnya angkat bicara. Melalui sebuah klarifikasi yang diunggah di media sosial dan ditandatangani langsung oleh Ketua KBIHU, Wahyuni Danial Khotimah, pihaknya membantah keras adanya praktik jual beli kuota.

 

Menurut mereka, kewenangan untuk menentukan porsi atau kuota keberangkatan bukanlah berada di tangan penyelenggara bimbingan ibadah.

 

"Jual beli kuota haji itu tidak benar. KBIHU tidak memiliki kewenangan terkait porsi haji," demikian bunyi klarifikasi tertulis tersebut.

 

Hingga berita ini diturunkan, kasus ini masih menjadi sorotan publik. Masyarakat menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai nasib calon jemaah yang sudah bersusah payah menabung dan mempersiapkan diri untuk ibadah haji.

 

Sumber: detikjatim

 

#tandaglobalnews #GresikSumpek #Lamongan #Haji2026 #CalonJemaahHaji #BatalBerangkat #JualBeliKuota #KBIHU #BeritaJatim #IbadahHaji

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama