Tandaglobalnews.
Jakarta, 18 Mei 2026 –
Nilai dolar Amerika Serikat kembali menguat terhadap rupiah akibat beberapa
faktor ekonomi global. Salah satu penyebab utamanya adalah kenaikan inflasi di
Amerika Serikat hingga 3,2 persen yang membuat Bank Sentral AS, The Fed,
menaikkan suku bunga menjadi 5,25 persen hingga 5,50 persen.
Tingginya
suku bunga AS membuat investor lebih memilih menyimpan aset dalam bentuk dolar
dan obligasi Amerika karena dianggap lebih aman. Akibatnya, permintaan dolar
meningkat dan nilai mata uang tersebut semakin kuat.
Selain
itu, ketidak pastian ekonomi global dan tingginya harga minyak dunia juga ikut
mendorong kenaikan dolar AS. Dolar masih menjadi mata uang cadangan devisa
terbesar di dunia sehingga banyak negara tetap bergantung pada dolar untuk
transaksi internasional.
Kondisi
tersebut membuat nilai rupiah mengalami tekanan dan berpotensi memengaruhi
harga barang impor serta kebutuhan masyarakat Indonesia.

Posting Komentar