TandaGlobalNews | KEDIRI, 12 Mei 2026 – Panitia penerimaan tenaga pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, merilis data jumlah pelamar yang mendaftar untuk mengisi berbagai posisi kerja di gedung pusat pengolahan makanan setempat. Berdasarkan catatan resmi yang dihimpun, tercatat ada total 273 orang warga sekitar yang mengajukan diri dan melengkapi berkas sebagai calon tenaga kerja di fasilitas strategis tersebut.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wina,
narasumber yang berwenang merangkum dan merilis data penerimaan calon tenaga
MBG Desa Tiru Lor, saat dikonfirmasi Redaksi kami TandaGlobalnews pada Selasa
(12/5/2026). Ia menjelaskan bahwa jumlah peminat yang masuk sangat tinggi,
mengingat peluang kerja yang dibuka menjadi salah satu yang paling ditunggu
warga pasca pembangunan gedung yang kini progresnya mencapai 70 persen
tersebut.
“Total data pelamar yang masuk dan kami catat berkasnya lengkap ada 273 orang. Jumlah ini tentu mengejutkan kami bahwa permintaan lapangan pekerjaan sangat banyak. Seluruh pelamar ini merupakan warga Desa Tiru Lor maupun desa tetangga yang berminat bergabung dan berkontribusi dalam operasional harian MBG nantinya,” ungkap Wina secara rinci.
Dari jumlah ratusan pelamar tersebut, panitia
telah menetapkan rincian kebutuhan formasi dan pembagian jumlah tenaga yang
akan diterima dan ditempatkan di masing-masing bagian pekerjaan sesuai tugas
dan tanggung jawabnya. Berikut adalah rincian pembagian jumlah tenaga yang
dibutuhkan:
- Pengiriman: 4 orang
- Masak: 7 orang
- Cuci ompreng: 10 orang
- Pemorsian: 10 orang
- Persiapan: 10 orang
- Satpam: 2 orang
- Kebersihan: 1 orang
- Admin: 1 orang
- Ahli Gizi: 1 orang
Wina menegaskan, rincian jumlah di atas adalah
kebutuhan pasti yang akan diisi dari seleksi berkas dan interview terhadap 273
pelamar yang telah mendaftar. Masing-masing bagian memiliki kriteria khusus
yang disesuaikan dengan standar operasional pengolahan makanan bergizi,
keamanan, hingga administrasi agar pelayanan berjalan lancar, higienis, dan
sesuai aturan.
“Posisi masak, persiapan, cuci ompreng, dan pemorsian menjadi bagian dengan kebutuhan jumlah tenaga terbanyak, masing-masing dibutuhkan 7 hingga 10 orang. Ini karena alur pengolahan makanan membutuhkan tenaga yang cukup agar ribuan porsi makanan bisa selesai tepat waktu setiap harinya,” jelas Wina.
Sementara itu, untuk posisi pendukung dan
teknis khusus, kebutuhannya lebih sedikit, seperti bagian keamanan atau satpam
sebanyak 2 orang, kebersihan 1 orang, administrasi 1 orang, dan tenaga ahli
gizi 1 orang. Posisi ahli gizi menjadi sangat krusial karena bertanggung jawab
penuh menyusun menu, menjaga keseimbangan gizi, serta memastikan bahan baku dan
hasil olahan memenuhi standar kesehatan.
“Seluruh proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan ketat. Dari 273 pendaftar ini, kami akan memilih yang paling memenuhi syarat, memiliki pengalaman sesuai bidang, dan berkomitmen tinggi. Penempatan tenaga juga disesuaikan dengan keahlian masing-masing pelamar agar kinerja di gedung MBG nanti berjalan maksimal,” tambah Wina.
Hingga berita ini diturunkan, data 273 pelamar sedang dalam proses verifikasi akhir sebelum memasuki tahap wawancara dan uji kompetensi sesuai bagian yang dilamar. Hasil seleksi nantinya akan diumumkan resmi bersamaan dengan persiapan akhir menjelang beroperasinya Gedung MBG Desa Tiru Lor.
Penulis : Fitri RahayuFotografi : Maulana Rahmadha
Editor : Aditya Efendi

Posting Komentar