Tandaglobalnews HALMAHERA UTARA – Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat intensif dengan mengalami erupsi besar pada Jumat pagi ini, 8 Mei 2026, tepat pukul 07.41 WIT.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan kali ini tergolong sangat dahsyat dengan ketinggian kolom abu yang teramati mencapai sekitar 10.000 meter (10 km) di atas puncak gunung, atau setara 11.087 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tersebut terlihat berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat dengan intensitas yang sangat tebal, membentuk struktur menyerupai kembang kol yang menjulang tinggi di langit.
Aktivitas erupsi ini terekam jelas pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 34 milimeter dan durasi semburan material yang berlangsung cukup lama, yakni sekitar 967 detik atau hampir 16 menit. Letusan tersebut juga disertai dengan suara dentuman yang terdengar mulai dari lemah hingga kuat di wilayah sekitar gunung.
Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, arah sebaran abu vulkanik saat ini condong bergerak ke arah Utara, namun juga berpotensi menyebar ke Timur Laut, Timur, Tenggara, Barat, dan Barat Laut tergantung perubahan arah angin. Kondisi ini menempatkan wilayah permukiman penduduk hingga Kota Tobelo dalam risiko tinggi terpapar hujan abu vulkanik.
Dampak & KorbanPeristiwa erupsi ini ternyata menelan korban jiwa. Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengonfirmasi bahwa terdapat dua orang meninggal dunia yang diidentifikasi sebagai warga negara asing (WNA) asal China dan Singapura. Selain itu, dilaporkan juga ada satu orang yang masih dinyatakan hilang dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Saat kejadian, tercatat sekitar 20 hingga 24 pendaki dan wisatawan berada di kawasan sekitar kawah. Akibat erupsi yang terjadi secara tiba-tiba, puluhan orang tersebut sempat terjebak dan belum berhasil dievakuasi sepenuhnya. Pihak berwenang saat ini masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk mengevakuasi mereka yang masih berada di zona bahaya.
Status & ImbauanHingga berita ini diturunkan, status aktivitas Gunung Dukono masih berada pada Level II (Waspada). PVMBG dan pihak berwenang mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat erupsi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah yang berpotensi terkena dampak hujan abu juga diimbau untuk selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut guna melindungi saluran pernapasan, serta tetap waspada terhadap potensi bahaya lainnya seperti aliran lahar dingin di sepanjang sungai. Pemerintah daerah juga telah mendirikan posko tanggap darurat dan memperketat pengawasan di jalur masuk gunung untuk mencegah pendakian ilegal.

Posting Komentar