TandaGlobalNews | BANGKALAN, Kamis (7/5/2026) – Kejahatan pencurian hewan ternak atau sapi yang selama ini meresahkan warga dan peternak di Kabupaten Bangkalan akhirnya terungkap. Pihak kepolisian berhasil menangkap salah satu buronan utama yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pelaku yang berhasil diamankan tersebut berinisial SM (35), warga Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Ia diduga merupakan salah satu otak atau pentolan dari kelompok pencuri sapi yang aktif beroperasi di wilayah tersebut dan sudah lama menjadi momok menakutkan bagi warga.
Penangkapan terhadap SM dilakukan oleh tim Satreskrim Polres Bangkalan pada Kamis, 7 Mei 2026. Berdasarkan informasi inteligen yang akurat dan pengembangan dari penangkapan sebelumnya, polisi berhasil menelusuri keberadaan pelaku yang selama ini bersembunyi.
"Saat diamankan, SM sedang tertidur pulas di sebuah bangunan kosong yang terletak di wilayah Kecamatan Modung. Kami langsung melakukan penyergapan secara cepat dan berhasil mengamankannya tanpa perlawanan berarti," ungkap Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Bangkalan untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan interogasi mendalam guna mengungkap seluruh jaringan kejahatannya.
Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa kelompok ini bekerja secara terorganisir dengan pembagian peran yang sangat jelas dan rapi. Sebelum SM ditangkap, polisi sebenarnya sudah lebih dulu menangkap dua rekannya, yaitu BS (38) warga Kecamatan Modung dan JH (55) warga Kecamatan Tanah Merah.
1. BS: Bertindak sebagai petugas lapangan atau yang bertugas memetik dan menangkap sapi langsung di lokasi kandang atau padang penggembalaan.
2. JH: Bertugas membantu mengangkut sapi hasil curian menggunakan kendaraan agar bisa dibawa menjauh dari lokasi kejadian dengan cepat.
3. SM: Bertindak sebagai pengawas (lookout) yang bertugas memantau situasi dan kondisi area sasaran, memastikan tidak ada orang lewat atau pemilik sapi, sehingga aksi berjalan lancar dan aman dari gangguan.
"Untuk SM ini memang sempat kabur dan kami terbitkan DPO, namun berkat kerja keras tim akhirnya berhasil kami amankan," tegas AKP Hafid.
Meskipun tiga pelaku sudah berada di balik jeruji besi, polisi belum berhenti bekerja. Dari pengakuan dan keterangan yang diberikan SM saat interogasi, diketahui bahwa jaringan kejahatan ini masih memiliki dua anggota lain yang masih bebas dan berkeliaran.
Kedua pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran intensif berinisial S dan L. Polisi menduga keduanya juga terlibat aktif dalam berbagai kasus pencurian sapi yang terjadi sebelumnya di berbagai titik di Bangkalan.
Saat ini, tim penyidik terus melakukan pengejaran, pengumpulan informasi, dan pengembangan kasus untuk segera menangkap kedua buronan tersebut agar tidak kembali meresahkan masyarakat dan bisa diadili sesuai hukum yang berlaku.
Dalam operasi sebelumnya, tepatnya saat menangkap BS dan JH, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa satu ekor sapi betina yang baru saja dicuri dari kandang pemiliknya.
Sapi tersebut rencananya akan segera dijual oleh pelaku ke pasar hewan di Bangkalan untuk mendapatkan keuntungan tunai dengan cepat. Berkat kecepatan dan ketepatan langkah polisi, hewan tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat. Kini, sapi tersebut sudah dikembalikan kepada pemiliknya yang sah untuk dipelihara kembali.
Kasus pencurian sapi ini memang sangat meresahkan, apalagi saat ini masyarakat sedang mempersiapkan diri menjelang momen besar yaitu Idul Adha. Permintaan dan harga sapi biasanya melonjak tinggi pada periode ini, sehingga menjadi incaran utama para pencuri.
Salah satu korban dan peternak sapi di Bangkalan, SP, mengaku sangat was-was dan gelisah.
"Kalau pencuri masih berkeliaran kami khawatir ternak kami menjadi sasaran selanjutnya. Apalagi menjelang Idul Adha, nilai sapi sedang tinggi-tingginya dan kami sangat bergantung pada hewan ternak ini," ungkapnya dengan nada khawatir.
Ia pun berharap kepolisian bisa bekerja maksimal menangkap seluruh anggota jaringan ini sampai tuntas, sehingga peternak bisa tidur nyenyak, merasa aman, dan tidak perlu takut kehilangan aset hidupnya lagi.
Sumber: Kompas.com / gresiksumpek
#tandaglobalnews #gresiksumpek #bangkalan #news #malingsapi #polresbangkalan #iduladha #hewanternak #kriminal

Posting Komentar