![]() |
| Ibu Parikatun bersama dengan kedua temannya saat persiapan Keberangkatan Ibadah Haji Foto: Roni Ardiansyah (TandaGlobalNews) |
Tandaglobalnews | Kediri – Suasana haru dan
kebahagiaan mendalam menyelimuti keberangkatan calon jamaah haji dari wilayah
Kabupaten Kediri pada Selasa (19/5/2026). Di antara rombongan jamaah yang
bersiap menuju Tanah Suci, ada sosok Parikatun, warga asal Dusun Sumber Agung, wilayah Plosoklaten,
yang akhirnya mewujudkan niat sucinya setelah menanti selama 15 tahun lamanya.
Perjalanan panjang ini sempat tertunda akibat pandemi, namun kini akhirnya
terbayar sudah dengan keberangkatan di musim haji tahun 2026 ini.
Di sela-sela rangkaian pemberangkatan, Parikatun menyampaikan perasaannya yang
meluap-luap tak mampu dibendung. Dengan suara yang sedikit terguncang karena
emosi, ia mengaku bahagia luar biasa bisa menginjakkan kaki menuju Baitullah
bersama suaminya.
"Perasaan saya pagi ini Sangat senang, bangga, pokoknya nggak bisa diucapkan dengan kata-kata rasanya," ungkap Parikatun dengan mata berkaca-kaca, saat ditanya bagaimana perasaannya hari itu.
Penantian panjang ini bermula jauh di tahun 2010, saat
dirinya resmi mendaftar sebagai calon jamaah haji. Awalnya, jadwal
keberangkatan beliau seharusnya jatuh pada tahun 2023 silam. Namun, takdir
berkata lain. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat seluruh perjalanan
ibadah haji terhenti dan diundur. Jadwal yang sudah ditunggu bertahun-tahun itu
pun harus mundur.
"Saya daftarnya itu tahun 2010, baru bisa berangkat sekarang. Dulu sebenarnya jadwal berangkatnya tahun 2023, tapi karena terhalang Corona jadi mundur, baru sekarang ini bisa berangkat. Jadi total sudah 15 tahun saya menanti," kenang wanita asal Plosoklaten ini sambil tersenyum lega.
Selama masa tunggu yang sangat panjang itu, Parikatun mengaku sudah mempersiapkan
segala hal secara matang. Tidak hanya bekal ilmu ibadah, persiapan fisik, namun
juga perlengkapan detail yang dibutuhkan selama di Tanah Suci, mulai dari yang
besar hingga barang-barang kecil yang sering terlewatkan.
"Persiapannya banyak sekali. Terutama untuk perlengkapan bapak, seperti baju ihram, dan perlengkapan-perlengkapan lainnya. Saya siapkan semuanya," jelasnya.
Mengenai jumlah jamaah yang berangkat bersamanya, Parikatun mengaku belum tahu pasti
hitungan rinciannya. Namun, ia menduga jumlah jamaah dari satu kabupaten saja
cukup besar, diperkirakan mencapai sekitar 1.300 hingga 1.350 orang yang
sama-sama akan menunaikan panggilan suci tahun ini.
Untuk momen istimewa ini, Parikatun tidak berangkat sendiri. Ia ditemani oleh suaminya,
sehingga perjalanan suci ini menjadi ibadah bersama pasangan yang telah
dibangun bahtera rumah tangganya bertahun-tahun lamanya. Sebelum berangkat,
pesan utama yang ia sampaikan kepada anak-anak, keluarga, dan kerabat yang
ditinggalkan hanyalah doa dan harapan kesehatan.
"Pesan saya untuk anak-anak dan keluarga, semoga semuanya sehat-sehat saja. Kita saling mendoakan. Tadi anak-anak juga berpesan, disuruh jaga kesehatan, begitu juga kami mendoakan mereka. Walaupun mereka di rumah dan kami di sana, kita tetap harus saling mendoakan," ucap Parikatun penuh haru.
Kini, Parikatun
dan suami siap mengikuti seluruh rangkaian perjalanan menuju Baitullah. Kisah
beliau menjadi satu dari sekian banyak kisah ketabahan jamaah Indonesia, di
mana penantian lebih dari satu dasawarsa dan cobaan pandemi tidak memadamkan
niat suci, justru menjadikan momen keberangkatan tahun 2026 ini terasa semakin
istimewa dan penuh makna.
Penulis: Roni Ardiansyah
Editor: Fani

Posting Komentar