TandaGlobalnews
OKU TIMUR, 21 April 2026 –
Sebuah musibah tenggelam menimpa seorang pelajar sekolah menengah pertama di
aliran Sungai Komering, tepatnya di wilayah Desa Kota Baru, Kecamatan
Martapura. Peristiwa naas ini terjadi pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul
11.15 WIB.
Korban diketahui bernama Ambar (15),
seorang siswi dari SMP Negeri 2 setempat. Kehilangan nyawa anak usia sekolah
ini tentu saja menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun,
insiden bermula tak lama setelah korban pulang sekolah bersama dua orang
temannya. Dalam perjalanan pulang, ketiganya memutuskan untuk berhenti dan mandi
atau bermain air di pinggiran Sungai Komering.
Namun, nasib malang menimpa Ambar. Saat
berada di lokasi, diduga korban terpeleset di area yang licin dan langsung
jatuh ke aliran sungai yang saat itu memiliki arus yang cukup deras.
Dalam sekejap, tubuh Ambar langsung
terseret kuat oleh arus sungai. Rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut
langsung panik dan berusaha memberikan pertolongan secepat mungkin. Mereka
mencoba mengulurkan bantuan menggunakan batang bambu agar bisa ditarik, namun
sayangnya upaya tersebut tidak berhasil. Ambar akhirnya tenggelam dan hanyut terbawa arus
menjauh dari titik kejadian.
Mendapat laporan dari warga dan keluarga,
pihak berwenang langsung bergerak cepat. Tim gabungan yang terdiri dari
Basarnas Palembang, unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, relawan, serta
masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi
pencarian dan penyelamatan.
Kepala Kantor Basarnas Palembang, Raymond
Konstantin, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi.
“Kami menerima laporan adanya kondisi
darurat seorang pelajar tenggelam. Tim langsung kami kerahkan untuk melakukan
pencarian di lokasi kejadian,” ujar Raymond.
Pihaknya menyatakan bahwa personel lengkap
dengan peralatan pendukung telah disiapkan untuk memaksimalkan upaya pencarian
korban.
Untuk mempercepat proses pencarian di area
yang cukup luas dan arus yang kuat, tim SAR membagi strategi menjadi dua unit
kerja:
1. Melakukan penyisiran menyeluruh di
sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet dan perahu milik warga untuk
memantau dari atas.
2. Dikerahkan untuk melakukan penyelaman di
titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi terdamparnya korban, seperti area
berarus putar atau kedalaman tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, proses
pencarian masih terus berlangsung secara intensif. Tim SAR gabungan tetap
berupaya maksimal dengan mengintensifkan koordinasi di lapangan guna segera
menemukan korban dan memulangkannya kepada keluarga.
Laporan ini disusun berdasarkan informasi
operasi SAR di lapangan.
Posting Komentar