SKANDAL MENGGUNCANG! "Kamar Sultan" Rp60 Juta di Lapas Blitar, Narapidana Tipikor Bisa Keluyuran Sampai Malam

Tandaglobalnews BLITAR – Wajah buram dunia pemasyarakatan kembali terkuak. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar kini sedang diguncang skandal besar dugaan praktik pungutan liar dan jual beli fasilitas yang sangat meresahkan. 


Sebuah kamar khusus yang dijuluki "Kamar Sultan" diduga diperjualbelikan kepada narapidana kasus korupsi dengan tarif fantastis mencapai Rp 60 juta. Uang sebesar itu rupanya menjadi tiket bagi narapidana tertentu untuk mendapatkan perlakuan istimewa layaknya tinggal di hotel berbintang, bukan di dalam penjara.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, fasilitas yang ditawarkan adalah Kamar bernomor D-1. Kamar ini disebut-sebut memiliki fasilitas dan aturan main yang jauh lebih longgar dibandingkan sel atau kamar hunian bagi narapidana umum.

 

Siapa pun yang menempati kamar ini dikabarkan mendapatkan keistimewaan luar biasa, salah satunya adalah izin untuk beraktivitas di luar kamar lebih lama. Bahkan, mereka diperbolehkan berada di area masjid hingga pukul 19.00 WIB, waktu yang jauh lebih panjang dibandingkan warga binaan lainnya yang harus sudah kembali ke sel pada jam yang ditentukan ketat.

 

Tarif Fantastis: Dari Rp100 Juta Turun Jadi Rp60 Juta

 

Dugaan sementara, praktik kotor ini melibatkan tiga oknum petugas. Mereka terdiri dari dua sipir berinisial W dan R, serta satu kepala keamanan berinisial AK.

 

Mereka diduga secara sistematis menawarkan kamar eksklusif tersebut kepada narapidana atau keluarga narapidana kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

 

Awalnya, harga yang ditawarkan sangat fantastis, mencapai angka Rp 100 juta. Namun setelah melalui proses negosiasi yang alot, akhirnya harga disepakati turun menjadi Rp 60 juta. Dana sebesar itu diduga telah diterima dan dibayarkan langsung oleh pihak keluarga narapidana yang ingin mendapatkan kenyamanan ekstra bagi kerabat mereka di dalam tahanan.

 

Praktik yang merugikan ini diduga sudah berjalan selama sekitar lima bulan lamanya sebelum akhirnya terbongkar dan mencuat ke permukaan.

 

Kasus busuk ini akhirnya terungkap tidak lepas dari pergantian kepemimpinan di Lapas Kelas IIB Blitar. Kepala Lapas yang baru, Iswandi, mengaku mendapatkan laporan langsung yang mengejutkan.

 

Awal mulanya, saat para narapidana ingin mengadakan kegiatan senam bersama, mereka menyampaikan aspirasi kepada petugas.

 

"Awalnya warga binaan mau mengadakan senam, lalu mereka menyampaikan aspirasi kepada petugas. Mereka bertanya, 'Pak, kami di sini boleh bicara tidak?'" cerita Iswandi menirukan pertanyaan para tahanan.

 

Dari situ, mulailah terkuak informasi mengenai adanya praktik pembayaran dan perlakuan istimewa yang tidak sesuai aturan. Iswandi pun langsung menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan internal dan konfrontasi terhadap oknum yang diduga terlibat.

 

Meski upaya pemeriksaan sudah dilakukan, namun proses pembuktian awal dinilai masih menemui kendala karena keterangan yang belum sepenuhnya konsisten atau masih "blunder".

 

"Untuk pemeriksaan mendalam dan pemberian sanksi itu harus dari pimpinan di Kantor Wilayah. Di sini sudah kita periksa, dikonfrontir, ya masih agak blunder. Maka pemeriksaan dipindahkan ke sana oleh pimpinan langsung," tegas Iswandi.

 

Saat ini, kasus tersebut resmi telah diambil alih oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur. Tim khusus telah diterjunkan untuk menelusuri jejak aliran dana, memetakan semua pihak yang terlibat, serta memastikan apakah ada praktik serupa yang terjadi di kamar atau blok lain.

 

Skandal "Kamar Sultan" ini menjadi tamparan keras bagi institusi pemasyarakatan. Tidak hanya mencoreng nama baik lembaga, tapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai lemahnya pengawasan dan potensi penyalahgunaan wewenang yang menganggap penjara sebagai ladang bisnis.

 

Masyarakat kini menanti hasil investigasi tegas dari Kanwil Kemenkumham Jatim, apakah kasus ini akan ditindaklanjuti hingga ke proses hukum atau hanya sekadar sanksi administrasi belaka.

 

Sumber: beritajatim

 

#tandaglobalnews #gresiksumpek #blitar #news #LapasBlitar #KamarSultan #Korupsi #PungutanLiar #Kemenkumham

 

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama