SENGKETA LAHAN BERUBAH DARAH: Dua Pria Duel Pakai Parang & Badik di Sidrap



 

TandaGlobalnews SIDRAP – Insiden mengerikan terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Dua pria berinisial WL dan AM terlibat baku hantam menggunakan senjata tajam hingga keduanya terluka parah. Peristiwa naas ini dipicu oleh masalah sengketa lahan persawahan.

Kepala Seksi Humas Polres Sidrap, Ipda Andi Zaenal Salman, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).

"Benar, telah terjadi perkelahian antara dua orang warga," ujar Andi Zaenal singkat.

Insiden berdarah ini terjadi pada Kamis (23/4) sekitar pukul 15.30 Wita, bertempat di Dusun Palla'e, Desa Bila, Kecamatan Dua Pitue.

Bermula ketika seorang pria bernama WL datang dan memasang tiang bambu di area sawah yang diklaim sebagai miliknya. Namun, tindakan itu tidak diterima oleh AM yang juga mengaku sebagai pemilik sah lahan tersebut.

"Awalnya lelaki WL memasang tiang bambu di sawah yang diklaim milik lelaki AM. Karena tidak terima, AM kemudian mendatangi WL hingga memicu perkelahian dengan menggunakan bambu dan senjata tajam," jelas Andi Zaenal.

Situasi yang semula hanya perdebatan batas tanah, berubah menjadi kekerasan fisik yang menggunakan senjata mematikan. Keduanya saling menyerang hingga menyebabkan luka serius.

Akibat bentrokan yang menggunakan senjata tajam tersebut, kedua belah pihak mengalami luka-luka yang cukup parah.

- WL mengalami luka robek pada lengan kanan dan jari kelingking, serta lecet pada lutut.

- Sementara AM mengalami luka yang lebih serius berupa tusukan pada bagian punggung dan perut sebelah kiri. Ia juga mengalami luka robek pada ibu jari dan jari manis, serta luka gores dan lebam di bagian wajah.

Keduanya kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum, sekaligus mendapatkan perawatan medis atas luka yang diderita.

Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan dalam perkelahian tersebut, antara lain:

- 1 bilah parang (diduga milik AM).

- Sejumlah potongan bambu yang digunakan kedua pelaku.

Namun, satu bilah badik yang diduga digunakan oleh WL dilaporkan masih dalam pencarian oleh tim penyidik.

Hingga saat ini, kepolisian menegaskan bahwa motif utama dari tindak kekerasan ini murni karena masalah sengketa lahan persawahan antara kedua pihak. Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut di Polres Sidrap.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama