NAPI LAPAS TANGERANG DILIBATKAN DI DAPUR MBG, LEWATI SELEKSI KETAT & TIDAK PEGANG ALAT MASAK

 



 

TandaGlobalnews TANGERANG – Sejumlah narapidana atau warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang dilibatkan dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka ditempatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di kawasan Babakan, Kota Tangerang, Banten.

Keterlibatan para warga binaan ini bukan tanpa proses, melainkan melalui tahapan penyaringan yang sangat ketat untuk menjamin keamanan dan kesehatan.

Head Chef SPPG Babakan, Chef Kuming, membenarkan hal ini saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026). Ia menegaskan bahwa tenaga kerja yang dikirim bukan dipilih secara acak.

“Mereka (warga binaan) ini tuh bukan orang-orang sembarangan, dalam artian mereka sudah dites dari psikolog, dari kesehatannya, dan segala macam secara ketat,” ujar Chef Kuming.

Dijelaskannya, seluruh warga binaan yang bertugas dipastikan dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit bawaan yang bisa mengkontaminasi makanan, serta memastikan kondisi kejiwaan mereka stabil.

“Jadi, mereka insya Allah datang ke sini tidak membawa penyakit bawaan, dan tidak dalam kondisi bisa dibilang gangguan kejiwaannya, gangguan mentalnya,” tegasnya.

Untuk menjaga standar keamanan dan kualitas makanan, pembagian tugas pun diatur secara spesifik. Para napi tidak dilibatkan dalam proses memasak, menyiapkan bumbu, maupun menyajikan makanan langsung.

Mereka hanya ditempatkan pada pekerjaan tertentu yang berisiko rendah, seperti mencuci dan membersihkan peralatan masak (ompreng). Selain itu, mereka juga tidak diperkenankan memegang benda tajam selama bekerja.

Chef Kuming mengaku bahwa minat dari para warga binaan untuk bekerja di lokasi ini cukup tinggi. Namun, tidak semua bisa diterima karena harus melewati penyaringan tambahan dari pihak Lapas.

“Banyak dari pihak pembinaan lapas itu yang pengen kerja di sini. Tapi disortir lagi oleh lapas itu sendiri, dari attitude-nya, dari kelayakan dia, mentalnya, dan segala macam, mereka bisa masuk secara ketat,” jelasnya.

Aspek keamanan menjadi perhatian utama. Selama aktivitas berlangsung, selalu ada pengawasan maksimal dari petugas.

“Pihak sipir empat sampai lima orang masih tetap standby di sini. Jagain di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela. Jadi insya Allah aman,” tambah Chef Kuming

Kolaborasi antara SPPG Babakan dan Lapas Kelas 1 Tangerang ini diharapkan tidak hanya membantu kelancaran program MBG, tetapi juga menjadi sarana pembinaan.

Dengan diberikan kesempatan bekerja dan produktif, diharapkan warga binaan memiliki bekal keterampilan dan sikap yang baik sebelum nantinya kembali ke masyarakat.

#LapasTangerang #MakanBergiziGratis #MBG #WargaBinaan #Napi #SPPGBabakan #Tangerang #Banten #Pembinaan




Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama