MUSIBAH BESAR SANDAKAN: Ribuan Rumah Panggung Ludes Terbakar, 9.000 Warga Terdampak, Tak Ada Korban Jiwa

 


TandaGlobalnews SANDAKAN, MALAYSIA, 19 April 2026 – Sebuah musibah kebakaran besar meluluhlantakkan kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Bahagia, Batu Sapi, Sandakan, Negeri Sabah, Malaysia. Insiden yang terjadi pada Minggu dini hari lalu ini menghanguskan ratusan bangunan rumah panggung dan membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal dalam sekejap mata.

Meskipun skala kerusakan sangat masif, kabar baik datang dari sisi keselamatan jiwa. Hingga saat ini, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka serius yang dilaporkan dalam peristiwa memilukan tersebut.

Kejadian bermula ketika laporan pertama mengenai adanya titik api diterima oleh pihak berwenang pada pukul 01.30 waktu setempat. Api yang awalnya tampak kecil dengan cepat membesar dan menyebar dengan sangat cepat mengingat struktur bangunan di kawasan tersebut sebagian besar terbuat dari bahan yang mudah terbakar dan letak rumah yang sangat berdekatan.

Melihat situasi yang semakin genting dan luas area yang terbakar terus meluas, pihak berwenang akhirnya secara resmi menetapkan kawasan tersebut sebagai zona bencana pada pukul 04.00 dini hari, guna memaksimalkan mobilisasi sumber daya dan penanganan darurat.

Kapolres Sandakan, ACP George Abd Rakman, dalam keterangan persnya membenarkan skala besar bencana ini.

"Kami menerima laporan awal pukul 01.30 pagi, dan situasi berkembang sangat cepat sehingga kami menetapkan area ini sebagai zona bencana. Meskipun dampaknya sangat besar, kami bersyukur karena hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa," tegas ACP George.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya membantah keras informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan adanya warga yang meninggal dunia akibat kejadian ini. "Itu tidak benar. Semua warga berhasil dievakuasi dengan selamat," tambahnya.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, kebakaran ini telah melalap sekitar 1.000 unit rumah panggung dari total keseluruhan sekitar 1.200 unit yang ada di kawasan tersebut. Artinya, hampir 80 persen dari seluruh permukiman di Kampung Bahagia musnah dimakan api.

Dampak kemanusiaan pun sangat besar. Sebanyak 9.007 warga dipastikan terdampak dan kini kehilangan tempat tinggal, aset, serta harta benda mereka. Mereka kini terpaksa mengungsi dan bergantung sepenuhnya pada bantuan dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan.

Kepala Balai Pemadam Kebakaran Sandakan, Jimmy Lagung, mengungkapkan bahwa api telah menghanguskan area seluas lebih dari empat hektare. 

Operasi pemadaman api tidak berjalan mudah. Para petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan teknis yang cukup berat, salah satunya adalah kondisi air laut yang sedang surut saat kejadian. Hal ini menyulitkan unit pemadam yang biasanya mengambil sumber air langsung dari laut menggunakan pompa besar.

"Kendala utama kami adalah air laut yang surut, sehingga akses untuk mengambil air menjadi terbatas. Namun, tim kami bekerja keras mencari solusi," jelas Jimmy Lagung.

Untuk mengatasi hal tersebut, petugas mengandalkan kombinasi sumber air. Selain tetap memaksimalkan pompa air laut yang tersedia, mereka juga mendatangkan mobil tangki air dan memanfaatkan fasilitas hydrant dari area industri terdekat.

Operasi pemadaman dilakukan secara masif dengan mengerahkan empat selang utama sepanjang 1.000 kaki dan 12 titik semburan air. Bantuan juga datang dari luar daerah, termasuk unit pemadam tambahan dari Kinabatangan yang dikerahkan untuk membantu memadamkan api. Berkat kerja keras tersebut, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan total pada siang harinya.

Sementara itu, fokus kini beralih sepenuhnya ke penanganan pascabencana. Berbagai instansi telah dikerahkan, termasuk Angkatan Pertahanan Sipil dan lembaga terkait lainnya, untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama