MIRIS ! 8 Siswa SMP Sabilul Muhtadin Diduga Perundungi Teman, Video Viral Hebohkan Tuban

 



 

Tandaglobalnews TUBAN, 23 April 2026 – Dunia pendidikan di Kabupaten Tuban kembali diguncang kasus perundungan atau bullying yang melibatkan delapan siswa di SMP Sabilul Muhtadin, Desa Karangasem, Kecamatan Jenu. Peristiwa kejam ini tercatat dalam video yang kemudian viral di media sosial, memancing kemarahan publik dan menjadi sorotan tajam berbagai pihak.

 Kasus ini terungkap setelah sebuah rekaman video berdurasi sekitar 18 detik tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, terlihat jelas seorang siswa yang menjadi korban sedang ditindas secara beramai-ramai. Korban yang memiliki postur tubuh lebih kecil terlihat pasrah dan tidak berdaya, sementara para pelaku melakukan tindakan kekerasan fisik seperti menendang, mendorong, dan melempar korban dengan kasar. Tidak hanya itu, ada juga siswa lain yang bertugas merekam kejadian tersebut seolah-olah ingin dijadikan konten atau bahan tertawaan.

 Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan kepolisian, diketahui bahwa kejadian ini bukanlah insiden tunggal. Aksi perundungan diduga telah terjadi berulang kali, yaitu pada tanggal 7 Maret, 14 April, dan 15 April 2026. Kejadian tersebut berlangsung di lingkungan sekolah, tepatnya saat jam istirahat berlangsung, sehingga sempat lolos dari pengawasan guru dan staf sekolah.

 Total ada 8 siswa yang teridentifikasi sebagai pelaku, yang sebagian besar merupakan siswa kelas IX atau kelas 3. Sementara itu, jumlah korban yang tercatat mencapai 3 orang siswa, salah satunya adalah siswa kelas VII atau kelas 1. Korban mengaku mengalami penderitaan yang luar biasa, tidak hanya luka fisik akibat pukulan dan tendangan, tetapi juga tekanan mental yang berat. Mereka bahkan diintimidasi dan dipaksa untuk diam serta tidak berani melapor kepada guru atau orang tua, dengan ancaman jika berani bicara akan diperlakukan lebih buruk lagi.

 Orang tua korban baru menyadari kondisi anaknya setelah video tersebut viral dan menyebar luas. Salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku sangat syok dan marah melihat perlakuan yang diterima anaknya. "Anak saya ditendang berkali-kali secara beramai-ramai. Saya baru tahu setelah lihat video. Sangat tidak manusiawi, saya minta kasus ini diusut tuntas dan pelaku diberi sanksi tegas," ujarnya dengan nada emosi.

 Kepala Sekolah SMP Sabilul Muhtadin, Abdul Rohim, mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan di lingkungan sekolah. Pihaknya baru mengetahui kejadian ini setelah menerima laporan dan kiriman video dari orang tua korban pada Sabtu, 18 April 2026. "Kami mengakui kecolongan dan lalai dalam pengawasan. Tidak ada laporan sebelumnya baik dari guru maupun siswa lain. Setelah tahu, kami langsung memanggil semua pihak terkait, meminta keterangan, dan melakukan mediasi antara orang tua pelaku dan korban," jelasnya.

 Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban juga telah turun tangan menangani kasus ini. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Tuban, Irma Putri Kartika, menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menimbang bentuk sanksi yang tepat untuk diberikan kepada para pelaku. Mengingat para pelaku sebagian besar adalah siswa kelas IX yang sedang menghadapi ujian kelulusan, Disdik berupaya memberikan sanksi yang mendidik dan memberi efek jera, namun tetap berupaya agar mereka tidak sampai putus sekolah.

 "Kami sudah memberikan peringatan keras kepada pihak sekolah. Bentuk sanksi masih dalam pembahasan, bisa berupa skorsing, kegiatan sosial, atau pembinaan intensif. Yang penting ada efek jera dan kejadian ini tidak terulang lagi," tegas Irma.

 Hingga saat ini, pihak kepolisian juga masih mendalami kasus ini untuk memproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ini kembali menjadi peringatan keras bagi seluruh lembaga pendidikan untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaan karakter siswa, agar kasus perundungan yang merugikan banyak pihak tidak lagi terjadi di masa depan.

 

#tandaglobalnews#Perundungan #Bullying #SMP SabilulMuhtadin #KarangasemJenu #Tuban #BeritaTuban #KasusSekolah #Pendidikan

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama