MENGERIKAN! Bus Harapan Jaya Adu Banteng dengan Truk di Ngujang, Kedua Kendaraan Ringsek Parah

Tandaglobalnews TULUNGAGUNG, 28 April 2026 – Suasana malam di ruas jalan raya Ngantru, tepatnya di sebelah utara Jembatan Ngujang 1, Kabupaten Tulungagung, berubah mencekam menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas yang cukup parah. Insiden berupa tabrakan frontal atau yang sering disebut "adu banteng" ini melibatkan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Harapan Jaya dan sebuah truk, pada Selasa malam (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

 

Peristiwa ini sontak mengejutkan warga sekitar dan pengguna jalan lain karena terdengar suara benturan yang sangat keras, disusul dengan kemacetan yang terjadi akibat jalanan terhalang kendaraan besar yang rusak berat.

 

Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan memaparkan data lengkap para pihak yang terlibat.

 

- Bus Harapan Jaya dikemudikan oleh seorang pria berinisial YD (34 tahun), warga asal Kabupaten Trenggalek.

- Truk dikemudikan oleh seorang pria berinisial SB (39 tahun), warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.

 

Menurut keterangan resmi dari Ipda Gerry Permana, kecelakaan bermula ketika Bus Harapan Jaya melaju dari arah Utara menuju ke arah Selatan dengan kecepatan tertentu. Di saat yang bersamaan, truk melaju dari arah berlawanan, yaitu dari Selatan menuju ke Utara, membawa muatan sesuai tugasnya.

 

Saat kedua kendaraan bertemu di titik lokasi tersebut, diduga terjadi kesalahan fatal dalam manuver mengemudi dari pihak pengemudi bus.

 

"Semula bus melaju dari arah utara ke selatan, sedangkan truk datang dari arah berlawanan. Pihak kami menduga kuat bus melanggar marka jalan garis lurus dan posisinya terlalu ke kanan, sehingga langsung terjadi adu banteng dengan truk," jelas Ipda Gerry menjelaskan kronologi.

 

Akibat pelanggaran marka jalan dan posisi kendaraan yang masuk ke jalur lawan tersebut, benturan keras pun tak terhindarkan. Bagian depan bus dan bagian depan truk bertemu dengan gaya hantam yang sangat besar, layaknya dua banteng yang sedang bertarung.

 

Akibat tabrakan dahsyat tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan yang sangat parah di bagian depan. Bumper depan, kap mesin, lampu utama, radiator, hingga rangka besi pada bus dan truk tampak ringsek, penyok hebat, dan hancur berantakan. Kabin pengemudi pun ikut terdorong ke belakang akibat hempasan keras tersebut, membuat tampilan kendaraan menjadi sangat mengenaskan.

 

Namun, di balik mengerikannya kejadian ini, ada kabar baik yang patut disyukuri oleh semua pihak. Ipda Gerry menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam peristiwa naas ini.

 

"Kami pastikan tidak ada korban jiwa, termasuk seluruh penumpang yang ada di dalam bus selamat dan tidak ada yang terluka parah. Kedua sopir juga selamat meski pasti mengalami syok berat," tegasnya.

 

Kedua pengemudi dinyatakan hanya mengalami luka lecet ringan atau memar, namun kondisi fisik mereka dinyatakan aman.

 

Saat ini, kepolisian masih mendalami kasus ini lebih lanjut untuk mencari kepastian hukum. Kedua sopir sudah diamankan dan akan diperiksa secara mendalam untuk mengetahui titik kesalahan dan tanggung jawab masing-masing.

 

Meskipun dugaan sementara kesalahan besar berada pada pengemudi bus karena melanggar marka jalan garis utuh yang artinya dilarang menyalip, namun kepastian hukumnya akan menunggu hasil penyelidikan lengkap dan keterangan saksi.

 

Kendaraan yang rusak berat juga sudah diderek dan diamankan di kantor Satlantas Polres Tulungagung untuk proses lebih lanjut sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

 

Sumber: radio patria

 

#tandaglobalnews #InfoPatria #PatriaNews #LakaLantas #BusHarapanJaya #PolresTulungagung #KecelakaanTulungagung #Ngujang #Tabrakan

 

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama