Tandaglobalnews JAKARTA PUSAT, Rabu 22 April 2026 –
Sebuah peristiwa yang sangat mengerikan dan memilukan mengguncang kawasan
Bendungan Hilir atau yang lebih dikenal dengan sebutan Benhil, Tanah Abang,
Jakarta Pusat. Dua orang perempuan yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga
atau ART nekat melakukan lompatan dari ketinggian lantai 4 sebuah bangunan
rumah kos yang terletak di Jalan Walahar Buntu. Aksi tragis ini diduga kuat
merupakan upaya melarikan diri dari perlakuan yang tidak manusiawi oleh pihak
majikan mereka.
Kejadian naas ini
berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB di tengah suasana malam yang mulai sunyi.
Menurut keterangan saksi mata dan warga sekitar, awalnya mereka dikejutkan oleh
suara benturan keras yang terdengar cukup jelas dari arah atas bangunan. Suara
tersebut tidak hanya sekali, melainkan berkali-kali hingga membuat warga merasa
curiga dan akhirnya memberanikan diri untuk keluar dan mengecek kondisi di
luar. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan dua perempuan sudah tergeletak
tak berdaya di lantai dasar. Salah satu korban terbaring dalam posisi
tengkurap, sementara yang lainnya dalam posisi telentang sambil merintih
kesakitan dengan luka-luka yang terlihat jelas di sekujur tubuhnya, termasuk
luka di bagian pergelangan tangan. Di dekat korban juga berserakan
barang-barang bawaan yang ikut terlempar atau terjatuh bersamaan saat mereka
melompat.
Warga yang melihat
kejadian tersebut langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertama
dan segera menghubungi layanan darurat medis serta pihak kepolisian. Kedua
korban yang berinisial D berusia 18 tahun dan R berusia 30 tahun tersebut
langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSAL Dr. Mintoharjo untuk mendapatkan
penanganan medis secepatnya. Namun, nasib malang tak dapat terelakkan bagi
korban R. Ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit akibat luka yang terlalu
parah dan benturan keras dari ketinggian lantai 4. Sementara itu, korban D masih
bertahan hidup namun kondisinya kritis dan harus menjalani perawatan intensif
karena mengalami patah tulang dan luka serius di berbagai bagian tubuh.
Berdasarkan informasi
yang dihimpun, kedua korban ini diketahui masih tergolong baru bekerja di
tempat tersebut. Korban D baru bekerja selama 3 hingga 4 bulan, sedangkan
korban R bahkan baru mengabdi selama 5 hari saja. Motif di balik aksi nekat ini
masih terus didalami oleh pihak kepolisian, namun informasi yang beredar dan
pengakuan dari korban yang masih hidup menyebutkan bahwa kejadian ini dipicu
oleh perlakuan yang sangat buruk dari majikan. Disebutkan bahwa handphone milik
mereka disita, mereka diperlakukan dengan sangat galak, hingga diduga kuat
mengalami siksaan baik secara fisik maupun mental yang membuat mereka tidak
tahan lagi dan memilih cara ekstrem untuk meloloskan diri.
Pihak kepolisian
melalui Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat telah membenarkan adanya kasus
ini dan memastikan bahwa pihak majikan sudah diperiksa untuk dimintai keterangan.
Kasus ini kini menjadi
sorotan publik yang luas dan kembali menyoroti pentingnya
perlindungan hukum serta hak asasi bagi para pekerja rumah tangga agar tidak
menjadi korban kekerasan di lingkungan kerja mereka sendiri.
#tandaglobalnews#ARTLoncat #Benhil #KekerasanTerhadapART
#JakartaPusat #BeritaDuka #PerlindunganPRT
Posting Komentar