Tandaglobalnews BANGKALAN, Kamis 23 April 2026 –
Fenomena alam yang cukup menakutkan kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan,
Jawa Timur. Pada siang hari tadi, sebuah pusaran angin puting beliung muncul
secara tiba-tiba dan menyapu area persawahan di Desa Buluh, Kecamatan Socah.
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga sekitar yang menyaksikan langsung
kejadian langka namun berbahaya tersebut.
Kejadian bermula
sekitar pukul 12.00 WIB, saat cuaca yang tadinya cerah berubah drastis menjadi
gelap gulita. Awan hitam pekat dengan cepat menutupi langit, disertai dengan
hembusan angin yang semakin kencang. Tak lama kemudian, terlihat jelas sebuah
kolom angin berputar kencang turun dari langit dan menyentuh permukaan tanah
tepat di tengah hamparan sawah yang luas.
Dalam rekaman video
yang beredar di media sosial, terlihat jelas pusaran angin tersebut
bergerak-gerak dengan cepat, menyedot debu, tanah, dan sisa-sisa tanaman kering
ke udara. Bentuknya menyerupai corong raksasa yang menghubungkan langit dan
bumi, dengan suara menderu yang cukup keras dan menakutkan. Fenomena ini
berlangsung selama sekitar 3 hingga 4 menit sebelum akhirnya melemah dan
menghilang perlahan.
Meskipun hanya
berlangsung singkat, kekuatan angin tersebut cukup besar hingga merusak
sebagian tanaman padi yang sedang tumbuh di area tersebut. Selain itu, beberapa
gubuk bambu milik petani yang berada di pinggir sawah juga mengalami kerusakan,
seperti atap yang terlepas dan dinding yang roboh akibat terjangan angin
kencang.
Beruntungnya, pusaran
angin ini hanya bergerak di area persawahan dan tidak sampai menerjang
pemukiman warga atau bangunan penting lainnya. Hingga berita ini diturunkan,
tidak ada dilaporkan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun,
kepanikan sempat melanda warga yang khawatir angin akan bergerak mendekati
rumah mereka. Banyak warga yang segera berlindung di dalam rumah dan
mengamankan barang-barang yang bisa terbawa angin.
Menurut penjelasan
dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, kemunculan puting beliung ini
disebabkan oleh kondisi atmosfer yang tidak stabil. Wilayah Madura saat ini sedang
memasuki masa peralihan musim (pancaroba) dari musim hujan ke musim kemarau.
Perbedaan suhu yang
signifikan antara permukaan tanah yang panas dengan udara di atasnya memicu
pergerakan udara naik yang kuat (updraft). Hal ini kemudian membentuk awan Cumulonimbus
yang matang dan memicu terbentuknya pusaran angin puting beliung. Selain itu,
kelembapan udara yang masih tinggi dan pola belokan angin juga turut memperkuat
fenomena ini.
Kondisi cuaca yang
tidak menentu ini diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Oleh karena itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap waspada,
terutama yang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka. Disarankan
untuk selalu memantau informasi perkembangan cuaca dan segera mencari tempat berlindung
yang aman jika melihat tanda-tanda cuaca akan berubah buruk.
Peristiwa ini pun
menjadi bukti betapa dahsyatnya kekuatan alam yang bisa terjadi kapan saja dan
di mana saja, sehingga kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting untuk
selalu dijaga.
#tandaglobalnews#PutingBeliung #Bangkalan #DesaBuluh #Socah
#FenomenaAlam #CuacaEkstrem #JawaTimur #BeritaBangkalanVersi pendek
Posting Komentar