DUNIA MULAI BELAJAR! Prabowo: MBG dan Koperasi Merah Putih Jadikan Indonesia Kiblat Baru Pembangunan


Tandaglobalnews CILACAP – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan keunggulan dan dampak strategis dari sejumlah program unggulan pemerintahannya. Penyampaian tersebut disampaikan saat beliau menghadiri acara groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan proyek hilirisasi tahap II di Kilang Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara rinci memaparkan progres dua program besar yang menjadi fokus pemerintahan, yaitu Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan bahwa kedua inisiatif ini tidak hanya membawa manfaat langsung bagi rakyat Indonesia, tetapi juga telah menarik perhatian dunia internasional.

 

Salah satu poin utama yang disampaikan Kepala Negara adalah perkembangan pesat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut rencana yang telah disusun, dalam waktu yang sangat dekat, pemerintah akan meresmikan gelombang pertama dari program ini.

 

“Sebentar lagi kami akan resmikan 1.000 unit Koperasi Merah Putih, kemungkinan sekitar dua sampai tiga minggu ke depan. Namun ini baru permulaan saja. Tak berhenti di angka itu, dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan, kami menargetkan akan diresmikan kembali sebanyak 25.000 Koperasi Desa di seluruh Indonesia,” ungkap Prabowo dengan penuh semangat.

 

Ia menegaskan bahwa koperasi yang dibangun bukan sekadar bangunan fisik atau sekadar konsep di atas kertas. Setiap unit koperasi dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang lengkap dan berfungsi untuk memperkuat rantai pasok dan perekonomian desa.

 

“Koperasi ini bukan cuma nama, tapi lengkap dengan gudang penyimpanan, cold storage atau ruang pendingin untuk hasil pertanian dan perikanan, toko serba ada, kendaraan operasional untuk distribusi, sampai alat pengering hasil panen. Jadi ini benar-benar infrastruktur ekonomi yang siap pakai,” jelasnya.

 

Prabowo menyebutkan bahwa capaian membangun puluhan ribu lembaga ekonomi rakyat dalam waktu yang relatif singkat merupakan prestasi yang jarang ditemukan di negara manapun. Ia bahkan menantang untuk melihat catatan sejarah dunia.

 

“Coba kita buka buku sejarah, ada enggak negara yang bisa membangun dan menyelesaikan 25.000 bahkan sampai 30.000 unit koperasi dalam kurun waktu satu tahun? Ini adalah langkah besar yang menunjukkan keseriusan kita membangun ekonomi dari akarnya,” tegasnya.

 

Beralih ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih percaya diri, karena apa yang dilakukan Indonesia kini telah menjadi sorotan global. Ia menyatakan bahwa skala dan sistem yang diterapkan Indonesia dianggap unik dan efektif, sehingga banyak negara yang tertarik untuk mempelajarinya.

 

“Coba kita lihat, di negara mana pun ada program yang mampu memberi makan lebih dari 60 juta orang setiap hari, lima kali dalam seminggu? Tidak hanya itu, program ini juga menjangkau kelompok rentan secara khusus. Ibu hamil, ibu menyusui, bahkan lansia yang sudah tidak berdaya dan sulit bergerak, makanannya kami antar langsung ke rumah. Apakah ada negara lain yang melakukan hal sebesar dan sedetail ini?” tanya Prabowo retoris.

 

Ia menambahkan, antusiasme negara asing terhadap program ini sudah terlihat nyata. “Banyak negara sekarang yang datang ke Indonesia, mempelajari sistem dan manajemen MBG kita. Artinya, apa yang kita bangun kini telah menjadi kiblat atau contoh baru bagi dunia dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya bangga.

 

Lebih jauh, Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa kedua program unggulan ini memiliki dampak berganda bagi perekonomian nasional, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja dan penggerak roda ekonomi daerah.

 

Untuk Program MBG saja, pemerintah menargetkan pembangunan hingga 30.000 dapur Sentra Penyiapan Pangan Gratis (SPPG). Dari jumlah tersebut, diperkirakan akan terserap tenaga kerja sebanyak sekitar 1,5 juta orang di berbagai tingkatan, mulai dari pengelola, juru masak, tenaga distribusi, hingga tenaga pendukung lainnya.

 

Sementara itu, jika target pembangunan total 81.000 unit Koperasi Desa Merah Putih tercapai, dengan asumsi rata-rata mempekerjakan 18 orang per unitnya, maka potensi lapangan kerja yang tercipta bisa mencapai jutaan posisi baru yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

 

“Secara garis besar, program-program ini adalah kunci untuk membangkitkan ekonomi rakyat. Daya beli masyarakat akan naik, produksi lokal akan terserap, dan rantai ekonomi akan berputar dengan baik. Belum lagi ditambah dengan program-program pendukung lain seperti pembangunan perumahan rakyat, infrastruktur, dan hilirisasi industri seperti yang kita lakukan di sini hari ini,” pungkas Presiden Prabowo menutup penjelasannya.

 

Kehadiran dan perkembangan kedua program ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menciptakan inovasi pembangunan yang berdaya guna dan diakui oleh dunia internasional.

 

Sumber: Kompas.com

 

#tandaglobalnews #Prabowo #PrabowoSubianto #MBG #MakanBergiziGratis #KoperasiMerahPutih #KoperasiDesa #EkonomiIndonesia #IndonesiaMaju #HilirisasiIndustri #LapanganKerja #PembangunanNasional #BeritaNasional #Kompascom

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama