"Bawa Mobil Mewah tapi Akhlak Kurang, Emak-emak Pukul Anak SD Akhirnya Bersujud Minta Maaf"



 
 
Tandaglobalnews MOJOKERTO – Kasus cekcok yang melibatkan dua perempuan di Jalan Empunala, Kota Mojokerto, yang viral di media sosial akhirnya menemui titik terang. Pelaku yang sempat bertindak kasar hingga memukul korban dan anaknya akhirnya bersimpuh dan meminta maaf saat proses mediasi di kantor Polres Mojokerto Kota, Minggu (19/4/2026) pagi.
 
 
Insiden bermula pada Selasa (14/4) sekitar pukul 14.30 WIB di depan Enny Risol, Jalan Empunala. Saat itu, Inge Marita (28), pengemudi mobil Daihatsu Ayla hitam, hendak belok kanan dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Empunala. Ia merasa jalurnya dipotong secara mendadak oleh Lutviana Indriana (33), pengendara motor Yamaha NMax yang melaju dari arah kiri.
 
Karena harus mengerem mendadak agar tidak menabrak, emosi Inge langsung meledak. Ia menyusul dan menyegat motor Lutviana, lalu mulai melontarkan makian kasar bahkan menghina dengan kata-kata yang tidak pantas. Tidak hanya itu, Inge juga melakukan kekerasan fisik: memukul helm Lutviana, mencolok mata kanannya hingga terluka, menginjak kaki, dan bahkan memukul kepala putra Lutviana yang masih duduk di bangku SD sebanyak dua kali.
 
Meskipun Lutviana sudah berulang kali meminta maaf dan berusaha menahan diri demi keselamatan anaknya, aksi kasar Inge tidak berhenti. Bahkan seorang pengemudi ojek online yang mencoba melerai justru ikut dimarahi. Kejadian ini terekam video dan menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan warganet karena melibatkan kekerasan terhadap anak di bawah umur.
 
Setelah video viral, Lutviana akhirnya melapor ke Polres Mojokerto Kota pada Jumat (17/4) malam. Petugas segera melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Inge di rumah kerabatnya di Pasuruan pada Sabtu (18/4) malam.
 
Proses mediasi digelar di ruang penyidik Satreskrim, dipimpin langsung oleh Kanit Pidum Ipda Sugiarto. Dalam suasana yang emosional, Inge yang didampingi adiknya tak kuasa menahan tangis. Ia bahkan bersujud di hadapan Lutviana dan suaminya untuk memohon pengampunan, mengakui bahwa perbuatannya adalah khilaf dan tersulut emosi sesaat.
 
"Saya khilaf, spontan karena tersulut emosi. Posisi saya sama anak di dalam mobil, jadi saya juga khawatir anak saya kenapa-napa," ujar Inge saat klarifikasi.
 
Sementara itu, Lutviana selaku korban menyatakan bahwa secara kemanusiaan ia sudah memaafkan perbuatan Inge. Namun, ia menegaskan tidak akan mencabut laporan kepolisian agar proses hukum tetap berjalan dan memberikan efek jera.
 
"Secara manusiawi kita memaafkan, tapi kami menyerahkan seluruh proses hukum pada pihak berwenang," tegas Lutviana, yang juga bekerja sebagai guru PJOK SD.
 
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan membenarkan bahwa meski kedua pihak sudah saling memaafkan, proses hukum tetap akan dilanjutkan sesuai aturan yang berlaku.
 
 

#ViralMojokerto #CekcokJalanan #KekerasanTerhadapAnak #PolresMojokertoKota #BeritaJatim #TandaGlobalNews

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama