TRAGEDI DI BURAU: Tersambar Petir Saat Pulang dari Sawah, Fatimah Meninggal Dunia


Tandaglobalnews SIDRAP, 4 Mei 2026 – Sebuah peristiwa yang sangat tragis dan menyayat hati menimpa keluarga di Desa Mabonta, Kecamatan Burau, Kabupaten Sidrap. Pada hari Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 16.55 WITA, seorang ibu rumah tangga bernama Fatimah (28 tahun), warga Ujung Sidrap, meninggal dunia setelah tersambar petir saat sedang dalam perjalanan pulang bersama suami dan keempat anaknya yang masih kecil.

Peristiwa naas ini bermula ketika cuaca di kawasan tersebut mulai berubah menjadi mendung gelap dan tanda-tanda akan turun hujan semakin terlihat. Saat itu, Fatimah berada di rumah dan menyadari bahwa suaminya belum juga pulang dari pekerjaan di sawah. Merasa khawatir dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, ia memutuskan untuk pergi menyusul suaminya ke lokasi persawahan.

 

Fatimah pun berangkat membawa keempat buah hatinya yang masih berusia kecil. Sesampainya di sawah, ia akhirnya bertemu dengan suaminya. Karena kondisi cuaca semakin buruk dan angin mulai bertiup kencang disertai guntur yang mulai terdengar, keluarga ini memutuskan untuk segera kembali ke perkampungan agar selamat.

 

Mereka menggunakan dua unit sepeda motor untuk perjalanan pulang. Suami Fatimah mengendarai satu motor dengan membonceng dua anak, sementara Fatimah mengendarai motor kedua juga dengan membawa dua anak lainnya. Namun, takdir berkata lain. Di tengah perjalanan, ketika mereka masih berada di area persawahan yang terbuka, petir menyambar dengan sangat keras dan tepat mengenai tubuh Fatimah.

 

Sambaran petir tersebut membuat suasana seketika menjadi panik dan kacau. Fatimah langsung jatuh dari motor dan tidak bergerak. Suaminya yang berada tidak jauh di depannya langsung syok dan panik melihat kejadian tersebut. Ia dihadapkan pada situasi yang sangat berat dan menyakitkan, harus memilih antara segera menolong istrinya yang sudah tidak sadarkan diri atau memastikan keselamatan keempat anaknya yang masih kecil dan ketakutan.

 

Dalam kondisi darurat dan keterbatasan kemampuan, sang suami akhirnya mengambil keputusan yang sangat berat namun terpaksa dilakukan. Ia memilih untuk terlebih dahulu membawa keempat anaknya ke perkampungan terdekat agar berada di tempat yang aman dan untuk meminta bantuan kepada warga sekitar.

 

Setelah menitipkan anak-anak dan mendapatkan bantuan, warga yang mendengar kabar tersebut segera bergegas menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan kepada Fatimah. Namun sayang, usaha yang dilakukan terlambat. Nyawa Fatimah tidak dapat tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat sambaran petir tersebut.

 

Kecamatan Burau dan sekitarnya memang sering mengalami cuaca ekstrem dengan aktivitas petir yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan menghindari area terbuka serta menepi di tempat yang aman ketika cuaca sedang buruk atau terjadi hujan disertai petir.

 

Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Fatimah. Semoga almarhumah diterima segala amal ibadahnya di sisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat yang terbaik. Kepada suami, keempat anak yang kini menjadi yatim, serta seluruh keluarga besar yang ditinggalkan, kami berdoa agar diberikan ketabahan, kekuatan hati, dan kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini.

  

Sumber: channelpers.com

 

#tandaglobalnews #TragediSidrap #TersambarPetir #Burau #InfoBencana #KabarDuka #Sidrap #SulawesiSelatan

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama