Pendidikan Berkualitas di Atas Kesehatan yang Kuat, Qodari: CKG Jamin Akses Sejak Dini



Tandaglobalnews JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakompsi), Mohammad Qodari, menegaskan pandangannya terkait prioritas pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, memiliki pendidikan yang berkualitas jauh lebih penting dibandingkan sekadar memiliki kesehatan yang kuat.

 Pernyataan ini disampaikannya dalam upaya menjelaskan pentingnya program-program strategis yang digulirkan pemerintah, salah satunya adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini sedang gencar dilakukan di tingkat sekolah.

 Pendidikan adalah Kunci Utama

 Dalam paparannya, Qodari menjelaskan filosofi di balik pernyataan tersebut. Ia menekankan bahwa meskipun kesehatan fisik sangat penting, namun tanpa diimbangi dengan kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang memadai, seseorang akan sulit bersaing di era modern ini.

 "Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya kuat badannya, tetapi lebih utama lagi adalah cerdas otaknya dan berkarakter. Oleh karena itu, pendidikan yang berkualitas harus menjadi prioritas utama. Sehat itu penting, tapi pandai dan berilmu itu jauh lebih krusial untuk masa depan mereka," ujar Qodari.

 Menurutnya, tujuan akhir dari pembangunan nasional adalah menciptakan manusia-manusia unggul yang mampu mengelola sumber daya, memimpin bangsa, dan membawa perubahan. Hal ini hanya bisa dicapai melalui sistem pendidikan yang baik dan merata.

 CKG: Instrumen Pemerintah Pastikan Setiap Anak Diperiksa

 Untuk mewujudkan cita-cita memiliki generasi yang berpendidikan tinggi, kondisi kesehatan yang prima adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebagai fondasinya. Oleh karena itulah, pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah.

 Qodari menegaskan bahwa program CKG ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen nyata negara untuk memastikan setiap anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

 "Program CKG ini adalah upaya konkret pemerintah untuk memastikan bahwa tidak ada satu anak pun yang terlewat. Setiap anak, dari Sabang sampai Merauke, berhak mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang layak dan gratis," tegasnya.

 Dengan adanya skrining kesehatan sejak dini, diharapkan setiap gangguan atau penyakit yang mungkin menghambat proses belajar anak bisa segera terdeteksi dan ditangani. Sehingga, tidak ada potensi anak yang hilang hanya karena masalah kesehatan yang sepele namun dibiarkan.

 Menjamin Kesetaraan Akses

 Lebih jauh, Mohammad Qodari juga menyoroti aspek keadilan. Melalui CKG, pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu pun memiliki hak yang sama untuk mengetahui kondisi tubuhnya, sama seperti anak-anak dari keluarga mampu.

"Kita tidak ingin ada anak yang pintar tapi gagal sekolah karena sakit tidak terdeteksi. Lewat CKG, pemerintah hadir untuk memastikan mereka sehat, sehingga bisa fokus menuntut ilmu dan meraih pendidikan setinggi-tingginya," tambahnya.

 Jadi, menurut pandangannya, investasi di bidang kesehatan melalui CKG adalah cara pemerintah untuk menyiapkan "wadah" yang sehat, agar nantinya bisa diisi dengan "isi" berupa pendidikan yang berkualitas dan bermutu.

 Langkah Strategis Pemerintah

 Kebijakan ini dinilai sangat strategis karena menyentuh dua aspek penting sekaligus: kesehatan dan pendidikan. Pemerintah berkomitmen akan terus melanjutkan dan memperluas jangkauan program CKG ini hingga ke pelosok desa, sebagai bukti bahwa negara hadir untuk melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sumber:tvrinasional

 

#tandaglobalnews#CKG #CekKesehatanGratis #KesehatanSiswa #MataMinus #GangguanPenglihatan #Pendidikan #KesehatanAnak #Sekolah #DeteksiDini


Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama