![]() |
| Peresmian Arca Kristus Raja Semesta Alam di Ohoi Wain sebagai simbol penguatan iman umat. Sumber : infopublik.id |
Tandaglobalnews | Langgur — Pemerintah Kabupaten
Maluku Tenggara mendukung penguatan kehidupan rohani masyarakat melalui
pembangunan sarana ibadah dan tempat ziarah umat melalui peresmian Arca Kristus
Raja Semesta Alam Stasi Santo Paulus Wain di Ohoi Wain, Kabupaten Maluku
Tenggara, Provinsi Maluku, Kamis (28/5/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati
Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun bersama Uskup Diosis Amboina,
Mgr. Senno Ngutra melalui penandatanganan prasasti yang disaksikan ratusan
umat Katolik Stasi Santo Paulus Wain.
Sebelum prosesi peresmian, Uskup Diosis
Amboina memimpin Misa Kudus sekaligus pemberkatan Arca Kristus Raja Semesta
Alam sebagai simbol iman dan penguatan spiritual umat Katolik di wilayah
tersebut.
Dalam sambutannya, Thaher mengatakan
pembangunan arca dan taman ziarah itu menjadi jawaban atas kerinduan umat
Katolik Kuasi Paroki Santo Paulus Wain untuk memiliki tempat doa dan refleksi
rohani.
“Kerinduan umat Katolik akhirnya terjawab.
Saya sering melewati jalan ini dan melihat sendiri bagaimana keseriusan umat
menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Thaher.
Ia menjelaskan, arca tersebut sebelumnya
pernah dibangun namun mengalami kerusakan, sehingga kembali dibangun melalui
semangat gotong royong dan kebersamaan umat.
Menurut Thaher, Arca Kristus Raja Semesta Alam
tidak hanya menjadi karya seni atau bangunan monumental, tetapi juga simbol
kehadiran Tuhan yang memperkuat iman, persatuan, dan kehidupan rohani umat.
“Kehadiran arca ini bukan hanya menjadi
pajangan, tetapi tanda kehadiran Allah yang merajai hati umat-Nya,” katanya.
Thaher juga mengingatkan bahwa keberadaan
tempat ziarah harus diiringi kehidupan iman yang nyata dalam keseharian. Ia
meminta umat menjadikan taman ziarah tersebut sebagai pusat doa, meditasi,
serta penguatan kasih persaudaraan.
“Tempat ini harus menjadi ruang umat semakin
dekat dengan Tuhan dan menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut
Thaher, menyambut baik kehadiran tempat ziarah sebagai bagian dari pembangunan
karakter dan kehidupan spiritual masyarakat. Ia berharap umat Stasi Santo
Paulus Wain menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara berkelanjutan
untuk kegiatan kerohanian dan pembinaan iman.
Pada kesempatan itu, Thaher turut menyampaikan
apresiasi kepada Alfred Betaubun atas dukungan dan kontribusinya dalam
pembangunan arca tersebut.
Menutup sambutannya, Thaher menegaskan bahwa
makna sejati Arca Kristus Raja Semesta Alam terletak pada kehidupan umat yang
saling mengasihi, menjauhi amarah dan dendam, serta hidup penuh harapan dan
kepedulian terhadap sesama.
Sumber : infopublik.id
Pemkab Maluku Tenggara Resmikan Arca
Kristus Raja Semesta Alam sebagai Tempat Ziarah
Tandaglobalnews | Langgur — Pemerintah Kabupaten
Maluku Tenggara mendukung penguatan kehidupan rohani masyarakat melalui
pembangunan sarana ibadah dan tempat ziarah umat melalui peresmian Arca Kristus
Raja Semesta Alam Stasi Santo Paulus Wain di Ohoi Wain, Kabupaten Maluku
Tenggara, Provinsi Maluku, Kamis (28/5/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati
Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun bersama Uskup Diosis Amboina,
Mgr. Senno Ngutra melalui penandatanganan prasasti yang disaksikan ratusan
umat Katolik Stasi Santo Paulus Wain.
Sebelum prosesi peresmian, Uskup Diosis
Amboina memimpin Misa Kudus sekaligus pemberkatan Arca Kristus Raja Semesta
Alam sebagai simbol iman dan penguatan spiritual umat Katolik di wilayah
tersebut.
Dalam sambutannya, Thaher mengatakan
pembangunan arca dan taman ziarah itu menjadi jawaban atas kerinduan umat
Katolik Kuasi Paroki Santo Paulus Wain untuk memiliki tempat doa dan refleksi
rohani.
“Kerinduan umat Katolik akhirnya terjawab.
Saya sering melewati jalan ini dan melihat sendiri bagaimana keseriusan umat
menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Thaher.
Ia menjelaskan, arca tersebut sebelumnya
pernah dibangun namun mengalami kerusakan, sehingga kembali dibangun melalui
semangat gotong royong dan kebersamaan umat.
Menurut Thaher, Arca Kristus Raja Semesta Alam
tidak hanya menjadi karya seni atau bangunan monumental, tetapi juga simbol
kehadiran Tuhan yang memperkuat iman, persatuan, dan kehidupan rohani umat.
“Kehadiran arca ini bukan hanya menjadi
pajangan, tetapi tanda kehadiran Allah yang merajai hati umat-Nya,” katanya.
Thaher juga mengingatkan bahwa keberadaan
tempat ziarah harus diiringi kehidupan iman yang nyata dalam keseharian. Ia
meminta umat menjadikan taman ziarah tersebut sebagai pusat doa, meditasi,
serta penguatan kasih persaudaraan.
“Tempat ini harus menjadi ruang umat semakin
dekat dengan Tuhan dan menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut
Thaher, menyambut baik kehadiran tempat ziarah sebagai bagian dari pembangunan
karakter dan kehidupan spiritual masyarakat. Ia berharap umat Stasi Santo
Paulus Wain menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara berkelanjutan
untuk kegiatan kerohanian dan pembinaan iman.
Pada kesempatan itu, Thaher turut menyampaikan
apresiasi kepada Alfred Betaubun atas dukungan dan kontribusinya dalam
pembangunan arca tersebut.
Menutup sambutannya, Thaher menegaskan bahwa
makna sejati Arca Kristus Raja Semesta Alam terletak pada kehidupan umat yang
saling mengasihi, menjauhi amarah dan dendam, serta hidup penuh harapan dan
kepedulian terhadap sesama.
Sumber : infopublik.id

Posting Komentar