Janji SPBU 24 Jam Dinilai Omong Kosong, Sopir Truk Balikpapan Masih Kesulitan Dapat Solar


Tandaglobalnews BALIKPAPAN – Janji pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama 24 jam yang disampaikan oleh pihak Pertamina Patra Niaga usai aksi demonstrasi ratusan sopir truk di depan Gedung DPRD Balikpapan beberapa waktu lalu, kini dinilai belum berjalan maksimal. Bahkan, para pengemudi menilai pernyataan tersebut hanyalah sebatas "omong-omong" tanpa adanya solusi nyata yang dirasakan di lapangan.

Hingga saat ini, sejumlah sopir truk mengaku masih mengalami kesulitan yang sama dalam mendapatkan pasokan solar subsidi. Keluhan utama yang disampaikan adalah masih terjadinya antrean yang sangat panjang serta sistem pembatasan yang dirasa memberatkan.

 

Salah seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya membeberkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Menurutnya, pasca aksi unjuk rasa yang digelar beberapa hari lalu, memang sempat diterapkan kebijakan layanan SPBU selama 24 jam sebagai upaya tanggapan atas tuntutan para pengemudi.

 

Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak berlangsung lama. Kini, jam operasional dikabarkan sudah kembali normal atau tidak lagi 24 jam penuh, yang justru membuat masalah antrean menjadi semakin parah.

 

"Setelah demo memang sempat dibuka 24 jam, tapi antrean truk masih panjang. Sekarang sudah tidak 24 jam sehingga membuat antrean semakin panjang dan dibatasi hanya sekitar 120 nomor antrean menggunakan barcode," ungkapnya saat ditemui, Kamis (7/5/2026).

 

Kondisi ini tentu saja menyiksa bagi para sopir yang harus mencari nafkah. Dengan adanya sistem pembatasan nomor antrean via barcode yang hanya dibatasi sekitar 120 kendaraan per hari, membuat banyak sopir harus rela menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari hanya untuk mendapatkan jatah bahan bakar.

 

"Kadang kami harus antre sampai dua hari satu malam," tambahnya dengan nada kecewa.

 

Waktu tunggu yang sangat lama ini tentu saja berdampak langsung pada produktivitas kerja dan pendapatan mereka. Banyak waktu yang terbuang hanya untuk mengantre, sementara target pengiriman barang harus tetap terpenuhi.

 

Sebagai informasi, sebelumnya kebijakan operasional SPBU selama 24 jam disampaikan secara resmi oleh pihak Pertamina Patra Niaga. Langkah tersebut diumumkan sebagai solusi konkret untuk mengurai antrean panjang yang kerap terjadi di titik-titik pengisian vital, seperti di SPBU Kilometer 13 dan Kilometer 15, Balikpapan.

 

Keputusan itu muncul setelah adanya aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh ratusan sopir truk. Mereka menyampaikan tuntutan keras terkait masalah kelangkaan solar subsidi yang dinilai sudah berlangsung menahun dan sangat menghambat roda ekonomi logistik di wilayah tersebut.

 

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, janji kemudahan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh para pengemudi di lapangan. Masih banyak keluhan yang muncul terkait ketidaktersediaan bahan bakar dan prosedur pengisian yang berbelit serta memakan waktu sangat lama.

 

Sumber: Lintas Balikpapan

 

#tandaglobalnewes #Balikpapan #SolarSubsidi #SPBU24Jam #PertaminaPatraNiaga #SopirTruk #KelangkaanSolar #DPRDBalikpapan #BeritaBalikpapan

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama