Tandaglobalnews
MAGELANG – Panitia Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di
Pusat UTBK Universitas Tidar (Untidar), Magelang, Jawa Tengah, menemukan
indikasi kecurangan yang dilakukan oleh salah satu peserta pada pelaksanaan
ujian sesi ke-16, Selasa (28/4/2026) sore.
Wakil Rektor Bidang
Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof. Suyitno, menjelaskan kronologi kejadian
bermula dari kecurigaan pengawas ruangan terhadap gerak-gerik peserta yang
terlihat tidak wajar. Peserta tersebut terlihat berulang kali menyentuh bagian
telinga kanannya dan secara intens mengamati posisi pengawas di dalam ruangan.
"Pengawas lokasi
merasa ada sesuatu yang tidak umum atau janggal pada perilaku peserta tersebut
sehingga yang bersangkutan mulai menjadi pusat perhatian pengawas," ujar
Suyitno saat diwawancarai di Magelang, Rabu (29/4/2026).
Setelah dilakukan
pengamatan lebih mendalam dan pemeriksaan, petugas menemukan sebuah alat bantu
dengar yang terpasang di telinga kanan peserta. Saat dikonfirmasi, peserta
mengakui bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan bukan penyandang disabilitas
rungu, sehingga penggunaan alat tersebut diduga untuk tujuan kecurangan.
Pemeriksaan lebih
lanjut juga menemukan perangkat tambahan berupa telepon seluler dan sebuah
kotak elektronik berbentuk seperti kartu yang diduga berfungsi sebagai
penangkap atau pemancar sinyal. Menariknya, kotak tersebut memiliki penutup
yang menyerupai kartu hotel untuk tujuan penyamaran.
"Alat itu sangat
kecil dan dipasang di telinga kanan. Selain itu, ada juga HP dan kartu
elektronik yang diselipkan di dalam baju. Saat diperiksa dengan metal detector,
alat-alat ini tidak terdeteksi karena ukurannya yang kecil dan bahan yang
digunakan," tambah Suyitno.
Setelah seluruh
barang bukti diamankan, peserta tersebut diperbolehkan untuk melanjutkan ujian
dengan sisa waktu yang tersedia, namun seluruh perangkat yang diduga digunakan
untuk berbuat curang telah disita oleh panitia.
Suyitno menambahkan
bahwa pihaknya telah memberikan arahan kepada seluruh pengawas untuk tidak
hanya mengandalkan pemeriksaan dengan metal detector, tetapi juga memperhatikan
gerak-gerik peserta secara detail selama ujian berlangsung.
"Kasus ini menjadi
perhatian serius bagi kami. Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan
memastikan pelaksanaan ujian berjalan dengan jujur, adil, dan transparan,"
katanya.
Hingga saat ini,
panitia masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah peserta
tersebut bertindak sendiri atau merupakan bagian dari jaringan tertentu. Berita
acara kecurangan telah disusun sebagai dasar untuk pelaporan dan tindak lanjut
lebih lanjut sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sumber Berita :OKEZONE
#tandaglobalnews#UTBK #SNBT #Untidar #UniversitasTidar #Magelang
#JawaTengah #KecuranganUjian #UjianNasional #InfoSNBT #SeleksiMasukKuliah
#PendidikanIndonesia #BeritaMagelang #AntiCurang #PengawasanUjian #InfoKampus

Posting Komentar