Si Jago Merah Melalap Rumah Warga Desa Plosrejo Mbakseli Grobogan, Bangunan & Isi Ludes, Kerugian Capai Rp250 Juta

 



Tandaglobalnews GROBOGAN – Musibah kebakaran hebat kembali melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kali ini, kebakaran terjadi di Dusun Jetak, Desa Plosrejo, Kecamatan Mbakseli, tepatnya pada hari jumat(8 Mei 2026) kemarin siang. Sebuah rumah limasan kayu milik warga bernama Suparmin (58 tahun) ludes tak tersisa dilalap api dalam waktu singkat, meninggalkan duka dan kerugian materiil yang sangat besar bagi pemiliknya.

Peristiwa ini sontak mengundang kepanikan warga sekitar, dan tim gabungan pemadam kebakaran serta kepolisian harus bekerja keras menjinakkan api agar tidak merambat ke bangunan-bangunan lain di lingkungan pemukiman yang padat tersebut.

 Kronologi: Asap Tebal Muncul dari Atap, Api Cepat Membesar

 Kejadian bermula sekitar pukul 13.30 WIB, saat warga sekitar melihat kepulan asap hitam pekat mulai mengepul dari atap rumah milik Suparmin. Tak lama kemudian, nyala api terlihat sudah mulai menjalar ke bagian dinding dan atap bangunan yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu kering dan bambu, sehingga api berkobar dengan sangat cepat.

 Mendengar teriakan tetangga yang meminta bantuan, warga berdatangan membawa peralatan seadanya seperti ember, selang air, dan alat sederhana lainnya untuk berusaha memadamkan api. Namun, karena struktur bangunan yang mudah terbakar serta angin yang cukup kencang, upaya warga hanya mampu menahan laju api sebentar saja, sebelum akhirnya kobaran api semakin besar dan memenuhi seluruh bagian rumah.

 “Kami kaget sekali, awalnya hanya asap, tak sampai 15 menit api sudah besar sekali. Kami sudah coba siram air tapi tidak mempan, apalagi kayunya sudah tua dan kering sekali,” ujar salah satu saksi mata, tetangga dekat korban.

 Laporan segera diterima Pos Kebakaran Purwodadi dan Kepolisian Sektor Mbakseli. Kurang lebih 20 menit setelah laporan masuk, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan penyemprotan air bertekanan tinggi. Berkat kerja cepat tim damkar dibantu warga, api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.45 WIB, namun seluruh bangunan dan isinya sudah menjadi abu dan puing-puing saja.

 Kondisi Lokasi & Barang yang Hangus

 Setelah api padam, terlihat jelas sisa-sisa bangunan yang tinggal kerangka saja. Seluruh isi rumah mulai dari perabotan, pakaian, alat dapur, hingga barang-barang berharga, dokumen penting, dan uang tunai yang disimpan di dalam rumah semuanya ludes terbakar.

 Kondisi bangunan rumah limasan tersebut rata dengan tanah, menyisakan sisa-sisa kayu yang hangus dan debu sisa pembakaran. Tidak ada satu pun barang berharga yang berhasil diselamatkan karena kecepatan api yang sangat luar biasa. Berdasarkan perkiraan awal dari pemilik rumah dan tim pendataan, total kerugian materiil yang dialami Suparmin ditaksir mencapai Rp 250 juta rupiah, meliputi nilai bangunan, isi rumah, dan aset-aset lain yang ada di dalamnya.

Berita baiknya, dalam musibah ini tidak ditemukan korban jiwa maupun luka-luka. Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah dan seluruh anggota keluarga kebetulan sedang tidak berada di rumah, sedang beraktivitas di luar desa, sehingga nyawa selamat meski harta benda habis tak bersisa.

 Diduga Akibat Korsleting Listrik, Instalasi Kurang Layak

 Kapolsek Mbakseli, AKP Sartono, yang turun langsung ke lokasi kejadian untuk memimpin pengamanan dan penyelidikan, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Menurut hasil pemeriksaan awal tim penyidik dan petugas Damkar, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting arus listrik.

 Dijelaskan Sartono, dari pengecekan sisa-sisa bangunan dan barang bukti yang diamankan, ditemukan adanya instalasi kabel listrik yang sudah tua, terkelupas, dan tidak lagi memenuhi standar kelayakan pemakaian. Diduga percikan api dari hubungan arus pendek itulah yang kemudian menyambar bahan-bahan mudah terbakar di sekitarnya hingga memicu kebakaran besar.

 “Kami sudah amankan sisa kabel dan alat kelistrikan untuk diperiksa lebih lanjut. Indikasi awal memang karena korsleting, instalasi listrik rumah ini sudah lama dan belum diperbarui. Ini peringatan bagi kita semua untuk mengecek kembali kelistrikan masing-masing,” tegas AKP Sartono di lokasi kejadian.

 Pihak kepolisian juga memastikan tidak ada unsur kelalaian, perbuatan jahat, atau pembakaran yang disengaja. Musibah ini murni kecelakaan dan kelalaian pemeliharaan instalasi listrik.

 Bantuan & Tanggapan Pihak Berwenang

 Pasca kejadian, perangkat Desa Plosrejo dan pihak Kecamatan Mbakseli segera mendatangi lokasi untuk menyalurkan bantuan awal berupa kebutuhan pokok sementara bagi keluarga korban yang kini tidak memiliki tempat tinggal. BPBD Kabupaten Grobogan juga telah mencatat kejadian ini untuk diberikan bantuan pemulihan pasca bencana.

 Warga sekitar pun bahu-membahu membantu membersihkan puing-puing dan memberikan dukungan moril maupun materiil. Kapolsek Mbakseli kembali mengimbau seluruh warga wilayah hukumnya agar lebih waspada, terutama saat memasuki cuaca yang kering dan berangin, serta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, kompor, dan sumber api lainnya di rumah masing-masing guna mencegah musibah serupa terulang.

 Saat ini keluarga korban untuk sementara menumpang di rumah kerabat dekat sambil menunggu bantuan dan rencana pembangunan kembali tempat tinggal mereka yang hangus terbakar.

 

Sumber:Grobogan News

 

 

#tandaglobalnews#KebakaranGrobogan #Plosrejo #Mbakseli #SiJagoMerah #KorsletingListrik #Musibah #BeritaJateng #KebakaranRumah

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama