Raksasa Laut Terdampar! Paus Sperma 17 Meter Mati di Pantai Nusasari

Tandaglobalnews JEMBRANA – Seekor paus sperma betina berukuran raksasa ditemukan terdampar di pesisir Pantai Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Penemuan ini menarik perhatian ratusan warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat langsung mamalia laut tersebut.

Keberadaan paus pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 15.30 Wita. Awalnya, warga melihat ada benda besar yang masih bergerak-gerak dan mengibaskan ekornya di perairan dangkal sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, membenarkan kejadian tersebut. Saat pertama kali ditemukan, kondisi paus masih hidup. Namun, seiring dengan surutnya air laut secara drastis, tubuh paus sepenuhnya tertinggal di daratan.

"Paus tersebut ditemukan pertama kali oleh warga yang melihat ada ikan besar mengibas-ngibaskan ekornya di pinggir laut," ujar Sukadana.

Akibat tidak lagi mendapatkan daya apung air yang cukup, paus tersebut akhirnya dinyatakan mati sekitar pukul 16.00 Wita dengan posisi kepala menghadap ke arah laut.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, tim medis dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) langsung melakukan proses nekropsi atau pembedahan bangkai hewan. Pemeriksaan ini sempat tertunda karena kondisi air pasang, baru bisa dilakukan secara maksimal pada Rabu (6/5) siang.

"Yang dinekropsi itu paus sperma jenis kelamin betina dengan panjang 17 meter. Karena kemarin terkendala air pasang, baru siang tadi bisa dilakukan," ungkap drh. Abdullatif Muhammad dari JSI.

Abdullatif membeberkan dua dugaan utama penyebab kematian paus tersebut. Pertama adalah crush syndrome, yaitu kondisi di mana organ dalam paus tertimpa berat tubuhnya sendiri karena hilangnya penyangga air.

"Sebagai mamalia laut, paus membutuhkan air untuk menopang organ tubuhnya. Saat terdampar di perairan dangkal, organ dalam bisa tertarik gravitasi," jelasnya.

Dugaan kedua adalah tersumbatnya saluran pernapasan. Lubang hidung (blow hole) yang berada di punggung diduga kemasukan air saat tubuhnya terombang-ambing di pasir, sehingga paus mengalami kondisi seperti tenggelam.

Untuk memastikan penyebab kematian dan mengetahui kondisi kesehatan paus secara genetik, tim telah mengambil lebih dari 20 sampel jaringan, organ dalam, hingga kulit untuk dilakukan uji laboratorium dan tes DNA.

 

Sumber Berita: detiktravel

#PausTerdampar #PantaiNusasari #Jembrana #Bali #PausSperma #SatwaLindung #TandaGlobalNews

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama